Pusat Target 89. 336 Ton Padi

Pusat Target 89. 336 Ton Padi

  Jumat, 16 September 2016 10:52
TARGET: Rapat koordinasi DP3K membahas target produksi sektor pertanian. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH-Pemerintah pusat menargetkan pada tahun 2016 ini Pemerintah Kabupaten Mempawah mampu memproduksi 89. 336 ton padi diareal lahan seluas 23. 332 hektare diwilayah itu. Meski dirasakan berat, namun Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) berjanji akan memaksimal usahanya.

“Kalau tahun 2015 lalu, kita hanya bisa mencapai target 1,58 persen. Dan sekarang target produksinya jauh lebih besar. Kita akui akan sangat sulit untuk mencapai target ini. Namun, kita harus tetap semangat dan usaha maksimal untuk mencapainya,” tegas Plt Kepala Dinas P3K Kabupaten Mempawah, drh Buntaran, MM, yang didampingi Kabid Pertanian dan Holtikultura, Ir Agus Sukmadi usai rapat koordinasi di Aula Kantor Dinas P3K, kemarin pagi.

Buntaran menerangkan, target luasan lahan 23. 332 hektare mengalami peningkatan sebesar 1, 58 persen dibandingkan tahun 2015 dan 2014 lalu. Melalui target luas lahan panen tersebut maka pihaknya dipacu untuk mencapai target panen padi hingga 14. 92 persen.

“Pada 2015 lalu, produktivitas padi di Kabupaten Mempawah 2015 mampu menembus angka 35,96 kuintal perhektate atau 3,6 ton perhektare. Angka tersebut merupakan produksi tertinggi di Kalbar. Sebab, pemerintah provinsi saja hanya mampu mencapai angka 2,8 ton atau 28,86 kwintal perhektare,” ungkapnya.

Dengan capaian peningkatan tersebut, imbuh Buntaran, maka pada tahun 2016 ini pemerintah pusat memang target produktifitas padi sebesar 38, 20 kuintal per hectare atau 3, 8 ton. Angka itu mengalami peningkatan sebsesar 6, 34 persen dari target Pemerintah Kabupaten Mempawah pada tahun sebelumnya.

"Produksi padi di Kabupaten Mempawah pada tahun 2015 lalu mencapai 72. 997 ton. Jumlah itu mengalami peningkatan 3,43 persen dibanding tahun sebelumnya. Dan pada tahun 2016 ini, targetnya terus meningkat menjadi 89.366 ton atau bertambah 22,42 persen. Kita tidak boleh pesimis, tetap berusaha maksimal agar target ini tercapai,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Buntaran mengatakan, pihaknya harus segera menentukan dan merealisasikan luas tanam yang harus dikerjakan secara total. Baik pada musim tanam rendengan maupun gadu dengan total luasan lahan mencapai 23.808 hektare.

“Kita telah melihat musim rendengan mulai dari Oktober 2015 lalu sampai Maret 2016 mampu mencapai target bahkan lebih. Yakni sebesar 110,8 persen dengan cakupan lahan seluas 12.808 hektare,” paparnya.

Sebaliknya, imbuh Buntaran, pada musim gadu saat ini periode April-September 2016 hasil pertanian di Kabupaten Mempawah masih keteteran. Namun dari hasil rapat yang telah dilaksanakannya diperkirakan hingga akhir September nanti bisa mencapai luasan lahan 9.179 hektare dari target yang ditentukan yakni 12.169 hektare.

“Artinya untuk musim gadu kita hanya mampu mencapai 75,43 persen,” ucapnya.

Meski demikian, masih menurut Buntaran, kalau ditotal dalam satu tahun musim tanam baik dari awal Oktober 2015 hingga September 2016, luas tanam yang ditargetkan dari musim rendengan sampai gadu diperkirakan 21.991 hektare.

“Dari target keseluruhan tersebut, kita mampu mencapai 92,37 persen. Walaupun tidak 100 persen, namun kita tetap bersyukur. Kita berharap target yang diberikan masih bisa terealisasi. Kendala dilapangan, adanya pergeseran waktu tanam oleh petani akibat perubahan musim hingga akan mempengaruhi pencapaian target produksi,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait