Punya Pasangan Sombong

Punya Pasangan Sombong

  Sabtu, 7 May 2016 10:51

Memiliki pasangan yang sombong, tentu saja berpengaruh pada hubungan Anda dengan lingkungan. Kesan sombong tersebut mungkin sepintas akan terlihat pada saat dia berbicara dan berprilaku. Bila hal tersebut sudah mengganggu, tak ada salahnya untuk mengingatkan.

Oleh : Marsita Riandini

 

Seringkali orang sombong lebih banyak dibenci oleh teman atau lingkungannya. Dia akan mendominasi pembicaraan, sering membicarakan kelebihan dan kebaikannya, selalu pamer gaya, hingga merendahkan orang lain.  Banyak orang yang merasa risih dan juga tidak nyaman dengan sikap mereka tersebut. Lantas bagaimana jika itu terjadi pasa pasangan?

Menjawab For Her, Yeni Sukarini, S. Psi, Psikolog mengatakan bahwa memiliki pasangan yang sombong, akan berdampak pada sebuah hubungan, baik itu sudah menikah maupun ketika masih pacaran. “Kalau masih pacaran, biasanya dampaknya itu ke keluarga dan teman, tetapi jika sudah menikah bisa berpengaruh pada karir,” ucap Guru BK di SMPN 13 Pontianak ini.

Dia menjelaskan bahwa ada beberapa instansi yang membutuhkan peranan pasangan untuk menunjang karir. Bukan tidak mungkin, sikap pasangan yang sombong berpengaruh pada karir suami/istri.

Kesombongan yang ditunjukkan seseorang bisa beragam bentuk. Ada yang sombong dari sisi pendidikan, materi, ada pula yang sombong dengan menganggap rendah orang lain. Ada pula yang senang memerkan apa yang dia punya dengan kesan menyombongkan diri. “Akan lebih parah lagi jika ternyata pasangan tidak dapat mengendalikannya sikap sombongnya itu. Akhirnya akan menyulitkan Anda ketika mengajaknya ke acara yang bertemu banyak orang. Apalagi jika sampai merendahkan orang lain,” katanya mengingatkan.

Meksipun demikian, Yeni mengatakan bahwa sesekali sikap sombong itu dibutuhkan. Bukan dalam pengertian negatif, melainkan untuk membentuk kepercayaan pada diri. “Siapa bilang sombong itu tidak perlu? Pada kondisi tertentu sombong itu diperlukan, terutama agar tidak direndahkan oleh orang lain. Sombong juga bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang,” ulasnya.

Itu sebabnya, seseorang harus memahami karakter pasangannya. Cari tahu kenapa pasangan Anda menunjukkan sikap sombongnya. “Cari tahu pula pada saat kapan dia bersikap sombong, untuk hal apa saja, apakah menyombongkan pendidikannya, materi, atau apa. Lihat pula batasannya, apakah masih dalam tahap ringan, atau sudah berlebihan,” paparnya.

Komunikasi menjadi kunci utama untuk membuat pasangan mengurangi perilaku sombongnya itu. Memang kata Yeni, tidak mudah untuk mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan. “Diskusikan dengan pasangan, beri tahu dia untuk tidak berlebihan sehingga menunjukkan sikap sombong,” jelas dia.

Penyebab orang sombong juga beragam. Mungkin saja selama ini dia menunjukkan kesan yang sombong, tetapi sebenarnya dia merasa itu biasa saja. Atau bahkan di lingkungan keluarganya itu dianggap biasa, tetapi dimata orang lain itu kesannya sombong.

Berikan masukan kepadanya, bagaimana cara dia bersikap. Berikan pemahaman baik secara agama maupun secara etika. “Anak, harta, dan tahta biasanya menjadi bahan seseorang untuk menyombongkan diri. Pemahaman-pemahaman agama dan etika sangat penting untuk didiskusikan dengannya, sehingga dia tidak merasa dihakimi. Perkataan yang halus akan lebih mudah diterima daripada marah-marah,” pungkasnya.**