Pundi Uang dari Anyaman Tali Kur

Pundi Uang dari Anyaman Tali Kur

  Selasa, 16 February 2016 11:14

Keterampilan yang dimiliki seseorang jangan dianggap remeh. Terutama bila keterampilan tersebut bisa bernilai ekonomi jika dikembangkan. Salah satunya kerajinan tali kur. Sejumlah ibu rumah tangga pun mulai melirik peluang usaha yang satu ini.

Oleh : Marsita Riandini

TALI kur atau biasa digunakan untuk tali sepatu ini ternyata bisa disulap menjadi dompet ataupun tas cantik yang mampu mendatangkan pundi-pundi uang. Tentu saja untuk menghasilkan dompet ataupun tas harus memiliki keterampilan untuk membuatnya. Selain bentuknya cantik, tas ini juga memiliki ketahanan yang kuat. Tas menggunakan talikur sempat populer tahun 2011, namun sekarang ini peminatnya pun kembali ramai.

Mardiana salah satunya, ibu rumah tangga ini memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat aneka dompet dan tas dari tali kur dengan berbagai motif yang bisa dipilih. Saat ditemui Pro Bisnis di rumahnya, tampak ia sedang menyelesaikan tas yang berwarna hitam. “Kalau fokus satu tas bisa selesai dalam tiga hari, dompet satu hari pun bisa. Kalau saya kan nyambil saja mengerjakannya,” ucapnya.

Selain itu, ada beberapa tas lainnya yang hampir rampung, tinggal dilengkapi talinya saja. “Sekarang ini khan toko banyak tutup karena Imlek. Jadi belum bisa beli tali untuk pegangannya,” jelasnya.

Harga jual yang ditawarkan dari 150 ribu ke atas, bergantung besar kecilnya tas. “Untuk dompet biasanya 150 ribu, tetapi kalau tas bisa 350 ribuan,” paparnya.

Tas tali kur memang cocok untuk digunakan di berbagai acara, terutama untuk pergi ke pesta. Cocok pula untuk dijadikan barang hantaran saat pernikahan, ataupun kado ulang tahun. “Kemarin ada satu pesanan barang hantaran dengan motif nanas. Cuma harus pesan dulu, jadi bisa menyesuaikan  model, ukuran, dan pakai tali apa,” ulasnya.

Bahan baku tidak sulit didapat. Sebab lanjut dia, bahan baku seperti tali kur, puring untuk bagian dalam, resleting, juga tali pegangannya bisa dibeli di pasar. “Untuk tali kurnya itu satu kantong 60 ribu rupiah. Sementara harga puringnya menyesuaikan menggunakan bahan apa. Kalau bahan beludru harganya lebih mahal dari bahan biasa,” kata dia sembari menambahkan untuk satu tas paling tidak membutuhkan biaya lebih kurang 100 ribu.

Mulanya, tas buatannya hanya untuk dipakai pribadi. Setelah sudah bisa membuatnya, ia pun mulai menerima pesanan, terutama dari teman ataupun kerabat dekatnya yang tertarik.

“Tidak sulit membuatnya, asalkan sudah memahami pola awal dalam menganyamnya. Ada istilahnya itu capung, kalau paham pola awal membuat capungnya, maka selanjutnya tinggal mengikuti saja,” beber dia.

Untuk satu tas bisa menggunakan 36 capung sampai 40 capung. Panjang tali kur yang dibutuhkan bisa dua sampai tiga meter sesuai besar kecil tas yang dibuat. “Kalau salah sekali jalan saja saat menganyamnya, maka harus bongkar dari awal. Itulah yang membutuhkan seseorang harus fokus membuatnya,” tutur dia.

Tantangan lainnya, kata dia membutuhkan tenaga yang kuat saat menariknya. Jika tidak tas yang dihasilkan tidak kuat, dan tidak bisa berdiri tegak. “Menariknya ini bisa membuat tangan menjadi kasar. Kalau tidak, tas menjadi longgar dan tidak menarik,” papar dia.

Setelah dianyam, bagian dalamnya diberi lapisan kain. Bisa menggunakan kain sesuai dengan keinginan. “Untuk puringnya itu dijahit lagi sama resletingnya. Biasanya juga dibuat dompet-dompet kecil di dalamnya,” ucapnya dengan membeberkan dalam sebulan bisa menghasilkan empat tas, atau dua dompet dan tiga tas.

Tingkat kesulitan lainnya, membuat bagian bawah tas. Jika tidak pandai membagi tali kur, maka anyaman bisa tidak bagus hasilnya. “Kelebihan dari tas ini, tidak luntur dan tahan seumur hidup, bila pandai merawatnya. Kalau kotor sedikit digosok dengan sikat gigi sudah bisa hilang,” pungkasnya. (*)