Puluhan Supir Bus Tes Urine

Puluhan Supir Bus Tes Urine

  Senin, 27 June 2016 09:25
Bebas dari Narkoba: Sejumlah supir bus menjalani tes urine pada Sabtu (25/6) malam. Agus/Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK –Guna memastikan keselamatan penumpang, Dinas Perhubungan dan Informatika Kalbar bekerjasama dengan Polda Kalbar dan Dinas Kesehatan melakukan tes urine kepada sejumlah supir bus di Terminal Lintas Antar Batas Negara (TLABN) di Sungai Ambawang, Kubu Raya, Sabtu (25/6) malam. Tidak ditemukan driver positif. Namun, Dishubkominfo menegaskan akan membekukan perusahaan apabila ditemukan.  Giat dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan petugas gabungan menyisir setiap bus yang akan berangkat. Bukan hanya bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tapi juga bus antar negara. 

Puluhan Bus tampak memadati area parkir terminal antar negara. Satu persatu supir bus diminta untuk tes urine. Bukan hanya dilakukan tea urine kepada driver bus. Petugas juga melekukan pengecekan kelaikan kendaraan. Mulai dari kelengkapan surat menyurat hingga kondisi bus, seperti Rem, lampu, hingga roda kendaraan. 

Dari puluhan bus yang diperiksa, ada satu bus yang hampir tidak diperbolehkan jalan lantaran kondisi ban tidak sesuai standar. Ada dua ban yang dipastikan tidak laik jalan. 

Supir bus, Nurjadi sempat meminta toleransi petugas untuk meloloskan uji kelayakan agar dia biaa mengantar 20 penumpang menuju Kabupaten Melawi. Petugas sempat alot dan bertahan dengan keputusannya untuk tidak mengizinkan bus Tanjung Niaga itu jalan. Bahkan, petugas sudah berinisiatif untuk memindahkan 20 penumpang ke bus yang lain. 

Kasubdit Bingakkum Polda Kalbar, AKBP Yulianto menegaskan, kondisi ban yang tidak layak pakai itu  bisa membahayakan ketika dipaksakan berjalan. “Kalau itu digunakan, dan kita biarkan kendaraan itu berjalan, kemudian terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, kan kita merasa beratanggungjawab, Polisi Dishub yang salah,” jelasnya. 

Bus trans niaga tetap tidak diperbolehkan berangkat, meski surat kendaraan lengkap. Dikhawatirkan, apabila ban belum diganti. “Dan ini berbahaya, jalannya jauh.  Boleh jalan, ganti dulu. Kalau tidak mau ganti ya sudah tahan dulu saja,” tegas Yulianto Dijelaskan Yulianto, bus yang bisa menyebabkan kecekalanaan ada dua factor. Pertama manusia. “Manusia ini betol-betol kita periksa agar kondisi sehat. Mulai dicek dari tensi darahnya, kadar alkohol, tes urin. Kalau ketiga ini sehat, Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa di jalan. Tapi kalau hasilnya buruk kan berbahaya. Kan kasian, dia bawa penumpang banyak,”ungkapnya.

Faktor kedua, kendaraan. Dijelaskan dia, faktor ini lebih kepada kelayakan kendaraan. “Kalau dibiarkan nanti kita disalahkan.  Jangan sampai lebaran tahun ini, banyak terjadi kecelakaan. Setidaknya mengurangi. Kalau menghilangkan tidak mungkin,” katanya.

Meski sempat mengalami kewalahan, supir bus akhirnya diizinkan petugas untuk jalan. Namun dengan persyaratan: sekembalinya dari Melawi, dua ban mobil itu harus diganti dengan yang baru. Setelah mengisi surat pernyataan, akhirnya bus Tanjung Niaga diperbolehkan berangkat. 

Pastikan Bebas Narkoba

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kalbar Anthony Runtu mengatakan selain melakukan pengecekan kelaikan kendaraan, pihaknya juga melakukan tes urine yang bekerjasama dengan Dinkes Kalbar. Pemeriksaan ini, berdasarkan dugaan sementara, jika driver menggunakan narkoba untuk kebugaran selama perjalanan. 

“Kita pastikan para driver tidak menggunakan obat yang berbahaya, apalagi kalau itu berhubungan dengan narkoba,” kata Anthony.  Anthony menduga untuk menjaga stamina tetap prima sewaktu mengendarai bus, supir mengkonsim obat terlarang agar tetap segar sampai tujuan. “Kita pastikan tidak ada itu. Baru dugaan,” ungkapnya. 

Dalam operasi gabungan itu, dari puluhan supir bus yang dites urine, semuanya dinyatakan negative. Anthony menegaskan, apabila ada kedapatan satu diantara supir yang positif, maka perusahaannya akan dibekukan.

“Saya pastikan mobil  akan kami bekukan sementara, kalau itu sudah diketahui sebelumnya kami saya akan minta dibekukan perusahaan, selanjutkan kepolisian yang akan menindaklanjuti,” kata Anthony mengancam

Menurut Anthony, ketika satu driver saja menggunakan obat terlarang, akan membahayakan keselamatan penumpang lebih dari 30 orang.   “saya tidak mau sampai terjadi, gara-gara satu orang, kemudian membuat kendaraan tidak sampai pada tujuan,” tegasnya. Pihaknya kata dia punya slogan: lebih bagus tidak berangkat daripada tidak pernah sampai sama sekali. 

Mona, satu diantara puluhan calon penumpang bus tujuan Nanga Pinoh mengapresiasi langkah Dishub dan intansi terkait dalam memastikan driver bus dalam keadaan aman saat membawa penumpang. Dia juga berahap, kegiatan seperti semakin ditingkatkan. 

“Semoga supirnya baik, ndak ada yang makai narkoba dan kami bisa selamat sampai tujuan,” harapnya. 

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kalbar Anthony Runtu meminta, masyarkat atau penumpang yang melihat dan merasakan supir mengendarai bus yang ugal-ugalan segera dilaporkan. “Laporkan ke petugas kami kalau ada yang seperti itu. Nanti akan kami tangani,” pintanya. Samat Mulianto, satu diantara supir bus jurusan Melawi mengaku setuju sekali dengan pemeriksaan. “Saya setuju sekali. Harus ditingkat lagi,” katanya. Samat yang mengaku sudah 25 tahun bekerja menjadi supir ini mengaku, untuk menjaga stamina tetap fit saat diperjalanan, diirinya banyak mengkonsumsi air putih. “Banyak minum air putih. Tes urine, kandungan alkohol ini bagus. Tidak ada masalah, Alhamdulillah,” tukasnya. (gus) 

Berita Terkait