Puluhan Penumpang Nam Air Terlantar

Puluhan Penumpang Nam Air Terlantar

  Senin, 27 November 2017 09:53
BERSITEGANG : Penumpang yang batal berangkat bersitegang dengan perwakilan manajemen Nam Air di Bandara Rahado Oesman Ketapang. Penumpang marah karena penundaan dan pembatalan tidak ada konfirmasi awal.AHMAD SOFIE/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dua Penerbangan Dibatalkan

KETAPANG - Puluhan calon penumpang maskapai Nam Air (Sriwijaya Group) tujuan Ketapang-Pontianak dan Ketapang-Semarang terlantar di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Calon penumpang yang seharusnya sudah berangkat pada Sabtu (25/11) terpaksa menunggu hingga Minggu (26/11) sore.

Penundaan hingga pembatalan penerbangan ini membuat puluhan calon penumpang kecewa. Bahkan, sempat terjadi keributan antara calon penumpang dengan pihak manajemen maskapai di Bandara Rahadi Oesman. "Kami kecewa, dari kemarin ditunda-tunda terus tidak ada kepastian," kata salah satu penumpang tujuan Pontianak, Triono, kemarin (26/11).

Dia mengaku kecewa dengan sikap manajemen maskapai yang tidak memberikan informasi kepada calon penumpang terkait penundaan. Seharusnya, penumpang tujuan Pontianak sudah diberangkatkan pada Sabtu (25/11) pukul 14.35 WIB. Namun karena berbagai alasan penerbangan ditunda hingga akhirnya dibatalkan.

Pihak maskapai menjanjikan akan menerbangkan calon penumpang pada Minggu (26/11) pagi pukul 07.50. Akan tetapi, penerbangan kembali ditunda hingga pukul 11.10 siang. "Tapi ternyata sekarang ditunda lagi, tak tau sampai dan jam berapa. Apakah ditunda besok lagi tidak tahu, karena tidak ada pemberitahuan pasti dari petugas," kesalnya.

Atas kejadian itu dia bersama belasan guru yang akan mengikuti pelatihan di Pontianak harus ketinggalan pelatihan. "Sebenarnya jam 09.00 ini sudah check in peserta di Pontianak. Tapi terpaksa kami ketinggalan pelatihan. Alasan dari maskapai pesawat rusak dan disuruh menunggu. Kompensasi tidak ada diberikan dari kemarin untuk penumpang tujuan Pontianak," keluhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh calon penumpang tujuan Semarang, Birun. Dia bersama puluhan penumpang lainnya kecewa dengan ketidakpastian informasi yang disampaikan pihak maskapai. "Kita sebagai penumpang sangat kecewa. Sudah dua hari terlantar tidak ada kejelasan. Diundur-undur terus tidak ada kepastian. Alasannya pesawat rusak," ujarnya.

Dia mengungkapkan, informasi yang disampaikan oleh pihak maskapai hanya disuruh sabar menunggu. "Selama dua hari ini tidak ada pemberitahuan yang jelas dan hanya disuruh sabar menunggu. Jadi, kami terlantar. Katanya tadi (kemarin; red) jam 08.30 pagi sudah terbang, tapi ditunda lagi. Sampai sekarang belum ada kepastian," paparnya.

Perwakilan maskapai Nam Air, Nasrullah, mengatakan, penundaan dan pembatalan tersebut terjadi pada Sabtu (25/11) dengan dua penerbangan yaitu, rute Ketapang-Pontianak dengan nomor penerbangan SIN157 dan Ketapang-Semarang dengan nomor penerbangan IN201. Hal itu dikarenakan ada kerusakan pada baling-baling pesawat.

Pihak maskapai sudah berupaya untuk menggunakan pesawat lain menggantikan pesawat yang rusak, namun penundaan tetap terjadi karena pesawat pengganti mengalami keterlambatan. "Jadi kami rubah sketnya, kami pakai pesawat yang terbang. Namun, penerbangannya mundur disebabkan delay," jelasnya.

Atas keterlambatan tersebut, dia mengaku pihaknya sudah memberikan kompensasi sesuai dengan peraturan Kementerian Perhubungan. "Kompensasi yang diberikan sesuai dari Kementerian Perhubungan. Untuk di atas dua jam akan diberikan makan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, total penumpang yang tertunda penerbangannya berjumlah 82 orang. 42 penumpang tujuan Semarang da 40 penumpang tujuan Pontianak. "Kami usahakan hari ini (kemarin; red) akan diberangkatkan. Teknisi sedang memperbaiki kerusakan. Sperpart sudah datang," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait