Puluhan Pelajar Ikut Sosialisasi Solidaritas

Puluhan Pelajar Ikut Sosialisasi Solidaritas

  Jumat, 21 Oktober 2016 09:30
SOSIALISASI: Sekda membuka kegiatan sosialisasi peningkatan solidaritas. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Sebanyak 90 pelajar SMA/SMK dari Kecamatan Mempawah Hilir, Timur dan Sungai Kunyit mengikuti sosialisasi penigkatan solidaritas dan ikatan sosial masyarakat, Rabu (19/10) di Wisma Chandramidi Mempawah. Sosialisasi tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Mohcrizal.

 “Keragaman agama dan budaya di Indonesia menjadi unsur strategis yang menguntungkan bagi bangsa ini. Meski di sisi lain juga mengandung potensi kerawanan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Termasuk, menjadi tantangan bagi kebersamaan dalam menghadapi dinamika kehidupan,” kata Mochrizal.

Keberadaan masyarakat yang majemuk, menurut Sekda, merupakan kekayaan bangsa yang harus diakui dan dihormati. Namun ketidakmampuan mengelola kemajemukan itu merupakan pengaruh berkelanjutan dari politik kolonial devide et impera yang mengakibatkan terjadinya berbagai gejolak. Pada akhirnya membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. 

 “Bangsa Indonesia kadang terlena dengan slogan persatuan dan kesatuan tanpa  diikuti kemauan mengkaji secara lebih jauh bagaimana mewujudkannya. Terutama, di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik dengan berbagai latar belakang sosial budaya,” tuturnya.

Makanya, Sekda berharap melalui kegiatan sosialisasi itu dapat meningkatkan semangat kebersamaan yang tinggi di setiap komponen bangsa. Terutama komitmen untuk saling menghormati perbedaan, kultur dan pendapat. Begitu pula komitmen atas kepedulian terhadap permasalahan sosial yang dihadapi sebagian besar masyarakat.

 “Termasuk pula komitmen untuk belajar menyelesaikan permasalahan secara tertib sesuai norma hukum yang berlaku. Juga komitmen untuk harmonis dan sinergis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pendapatnya.

Lebih jauh, Mochrizal berpandangan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan itu sebagai momentum untuk mengadakan perbaikan, peningkatan, dan pembaharuan terhadap kondisi yang selama ini menyumbat peningkatan dan pemantapan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

 “Bangsa ini sedang mengalami berbagai kesulitan, musibah, tantangan, dan ancaman yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan. Maka dari itu, mari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun komitmen menjadikan Kabupaten Mempawah sebagai daerah terdepan dalam hal menjaga persatuan dan kesatuan,” serunya.

Dalam konteks pencerahan ke arah terwujudnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang sesungguhnya, maka setiap elemen masyarakat dituntut mau dan mampu memahami serta mendalami perbedaan dan persamaan yang berlaku dari masing-masing komponen masyarakat.

 “Marilah seluruh bagian dari komponen bangsa agar lebih bisa berpikir jernih, rasional, dan objektif agar terhindar dari perpecahan akibat beragam benturan dan kepentingan yang tidak dapat disatupadukan,”tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah, Rudi mengungkapkan, sosilaisasi diikuti 90 peserta yang terdiri atas pelajar SMA/SMK sederajat dari Kecamatan Mempawah Hilir, Mempawah Timur, dan Sungai Kunyit. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyadarkan pentingnya arti kehidupan berbangsa dan bernegara atas dasar persamaan hak dan kewajiban di hadapan hukum.

 “Semoga melalui sosialisasi ini semakin meningkatkan solidaritas dan persaudaraan sesama anak bangsa yang dilandasi wawasan kebangsaan,” harapnya.(wah)

Berita Terkait