Pulau Maya Terendam Banjir

Pulau Maya Terendam Banjir

  Jumat, 18 March 2016 08:43
HUJAN: Belakangan ini sering kali terjadinya hujan dan angin kencang diikuti tingginya gelombang laut. Beberapa wilayah juga tergenag air seperti di Pulau Maya. DANANG PRASETYO/Pontianak Post

Berita Terkait

SUKADANA--Ketua DPRD Kayong Utara M Sukardi meninjau lokasi Kecamatan Pulau Maya terkena bencana banjir. Menurut dia penyebab terjadinya banjir di beberapa desa ini disebabkan saat ini curah hujan di Kayong Utara cukup tinggi. Disamping itu juga terjadi pendangkalan di Sungai Satai Lestari, sehingga air naik ke daratan dan membanjiri beberapa daerah.

“Ada beberapa daerah pertanian, pekarangan rumah  warga  yang digenangi banjir sampai ke lantainya.  Kalau cuaca itu sudah kehendak yang kuasa, namun saya lihat ada hal yang harus dituntaskan, karena telah terjadi pendangkalan sungai yang ada di Desa Satai Lestari,” kata M Sukardi, Selasa (15/3).
Sukardi menilai, instansi terkait perlu melakukan normalisasi aliran parit yang ada di Dusun Limau Manis, Desa Satai Lesatari dan melakukan perbaikan dibeberapa pintu air yang ada di Desa Satai Lestari.

Dirinya berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan tindakan preventif untuk mencegah banjir semakin meluas ke beberapa desa yang rawan banjir. “Sungai di Dusun Limau Manis, Desa Satai Lestari itu perlu dilakukan normalisasikan. Karena kena hujan cukup tinggi airnya mudah meluap, ditambah dengan system pintu airnya mesti direhab, kalau tidak air sungainya tertutup, sehingga  airnya mudah meluap dan banjir,”ungkapnya.
Dari hasil tinjauan Ketua DPRD Kayong Utara ini beberapa Kepala Keluarga (KK) sudah ada yang mengungsi, walaupun banjir ini belum begitu mengkhawatirkan. Akibat banjir yang menggenangi rumah warga ini, Sukardi mengkhawatirkan beberapa warga mudah terserang penyakit, terutama penyakit kulit.
“Sejauh ini sudah ada satu, dua warga yang mengungsi ke tempat keluarga mereka. Cumakan kita harus memikirkan dampak penyakit yang perlu diantisipasi, karena genangan air ini membawa sampah yang menggenang di sekitar pekarangan warga,”jelas Sukardi .
Di bulan ini biasanya masyarakat di Kecamatan Pulau Maya biasanya sudah memasuki musim tanam, namun akibat banjir ini, beberapa warga belum melakukan aktivitas bertani, karena beberapa sawah milik warga tergenang air.
“Inikan sudah memasuki musim semai, jadi saya harapkan pihak dari Ketahanan Pangan sudah harus antisipasi kalau sampai terjadi rawan pangan di daerah kita,”tambahnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus mengatakan, beberapa waktu lalu pihak Bidang Sosial dari Dinsosnakertrans sudah meninjau beberapa desa yang tergenang banjir di Kecamatan Pulau Maya. Bantuanpun sudah diberikan kepada warga yang rumahnya tergenang banjir. (dan)

Berita Terkait