Pulau Datok Kembali Dikunjungi Pusat

Pulau Datok Kembali Dikunjungi Pusat

  Rabu, 20 April 2016 09:15
KUNJUNGAN PUSAT: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid bersama para tamu dari perwakilan Kementerian yang berkunjung ke Pantai Pulau Datok Sukadana, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Pemkab akan Dibantu 30 Unit Bus

 SUKADANA – Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menyambut kedatangan rombongan dari Kementerian, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Rombongan tersebut meninjau langsung pembangunan pelataran Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok Sukadana, Selasa (19/4) kemarin.

“Mereka ini kan mewakili dari seluruh Kementerian lembaga, untuk melihat bagaimana Sail Indonesia itu merupakan bagian dari pembangunan. Dan diharapkan juga dalam proses pembangunan tersebut diharapkan dapat berjalan dengan baik, dan Sail Selat Karimata dapat berjalan dengan sukses,” terang Bupati, saat mendampingi para tamu tersebut. Selain itu, sambung dia, selain dengan melakukan peninjauan, juga akan diadakan pertemuan terkait pembahasan Sail Selat Karimata 2016. “Kedatangan tamu kita ini tentunya ada beberapa agenda. Dan bukan hanya melakukan peninjauan saja,” katanya.

Di lain sisi, mengenai Sail Selat Karimata, Bupati memastikan jika perhelatan tersebut akan ditunjang dengan sejumlah sarana transportasi. Pemerintah, menurut dia, akan menyedikan speedboat yang dapat memuat sebanyak 50 penumpang dengan kapasitas 1.000 PK. Selain itu, untuk angkutan darat, kabupaten yang dipimpinnya ini akan mendapatkan bantuan sebanyak 30 unit bus. Kendaraan-kendaraan berbobot besar tersebut, dijelaskan dia, akan ditempatkan di Ketapang dan di Kecamatan Teluk Batang. Kendaraan-kendaraan tersebut dimungkinkan menjemput para pengunjung Sail yang datang dari Bandara Rahadi Osman Ketapang serta Pelabuhan Teluk Batang.

“Pemda sudah melakukan pengadaan speedboat dengan mampu membawa 50 penumpang dengan kapasitas mesinnya 1.000 PK. Selain itu, kita juga akan ada bantuan dari Pemerintah Pusat sebanyak 30 bus ukuran besar,” kata Hildi.  

Untuk 30 unit bus tersebut, diperkirakan dia, tidak semuanya akan ditinggal di Kayong Utara pascakegiatan. Kemungkinan yang tertinggal di kabupaten ini, menurut dia, hanya beberapa unit saja. (dan)