Pudarnya Keromantisan Pasangan

Pudarnya Keromantisan Pasangan

  Sabtu, 27 Agustus 2016 13:01

Berita Terkait

Menjalin ikatan pernikahan menjadi kebahagian tersendiri bagi masing-masing pasangan. Tetapi, semakin lama waktu yang dilewati bersama, semakin banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya pudarnya keromantisan pasangan.

 

Oleh : Marsita Riandini

 

Setiap pasangan pasti mendambakan kehidupan yang langgeng dalam rumah tangganya. Tetapi tak jarang terjadi berbagai permasalahan dalam rumah tangga. Persoalan demi persoalan  yang dapat memicu pertengkaran.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mempertahankan keromantisan dalam rumah tangga? Yuni Djuachiriaty, S.Psi. M.Si, Psikolog mengatakan bahwa sikap romantis dalam rumah tangga sangat penting sekali untuk dipertahankan. Sebab ini akan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Keromantisan yang diberikan mampu membangun keintiman bagi pasangan.

Memudarnya keromantisan bisa dipengaruhi banyak hal. Setiap pasangan harus mengenali tanda-tandanya dan memperhatikan apa yang berubah dalam kehidupan rumah tangga mereka.

“Ketika menyadari suami atau istri tak lagi romantis seperti dulu, jangan buru-buru menuduhnya memiliki idaman lain. Cari tahu penyebabnya agar hubungan dengan pasangan tak retak karena kesalahpahaman,” ucap psikolog di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong ini.

Sering kali orang yang sudah menikah merasa keromantisan saat pacaran lebih besar dibanding setelah menikah. “Kenapa keromantisan ketika pacaran terasa berbeda ketika sudah menikah? Ini karena saat pacaran fokusnya hanya satu. Yang dipikirkan cuma diri sendiri dan pasangan,” terangnya.

Sibuknya suami dan istri menjadi salah satu faktornya. Suami disibukkan dengan rutinitas kerja, sementara sang istri sudah disibukkan dengan urusan rumah tangga, terlebih jika sudah memiliki anak. “Ketika memiliki anak, tak ada  salahnya menjadwalkan waktu untuk pergi berdua saja. Ini juga menjadi salah satu cara mempertahankan sikap dalam rumah tangga. Apakah itu sekadar makan, atau yang lainnya,” saranYuni.

Ada pula yang merasa sikap romantis tak lagi penting karena sudah setiap hari bertemu. Padahal semakin sering bertemu, keromantisan harus semakin dipertahankan. Caranya pun bisa dilakukan berbeda-beda bagi masing-masing pasangan.

“Setiap pasangan tentu memiliki cara yang beragam untuk menciptakan keromantisan. Ada yang dengan cara verbal, tetapi ada pula dengan perlakuan,” ungkapnya.

Secara verbal, baik suami ataupun istri bisa memuji pasangannya terutama dalam penampilan. Ungkapan itu tentu saja harus lahir secara tulus dari hati sehingga akan sampai ke hati pasangan. Kata sayang, cinta, dan ungkapan manis lainnya dapat menjadi bumbu-bumbu bahagia dalam rumah tangga.

Banyak pula yang mengungkapkan keromantisan lewat perlakuan. Misalnya dengan kecupan manis setiap paginya kepada istri, ataupun menjadwalkan makan malam berdua, serta nonton bersama. Banyak lagi cara lainnya, tentu saja menyesuaikan dengan kondisi rumah tangga bagi setiap pasangan.

Memaknai sikap romantis pun beragam bagi setiap orang. Karena tidak semua orang menyukai hal-hal yang berbau romantis. Tetapi bila memiliki pasangan dengan tipe romantis, cobalah untuk menghargai apa yang ia lakukan untuk Anda.

“Menghargai apa yang dilakukan pasangan tentu saja menjadi salah satu cara menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Sekalipun tidak suka dengan hal yang romantis, cobalah untuk melupakan itu dan menikmati perjuangan pasangan untuk membahagiakan Anda,” tuturnya. **

Berita Terkait