Pubertas Kian Lekas

Pubertas Kian Lekas

  Selasa, 7 November 2017 10:00

Berita Terkait

SEMUA orang pasti pernah dan bakal mengalami pubertas. Tapi, kalau diamati lebih jauh, pubertas ternyata mengalami pergeseran. Di era sekarang, anak muda cenderung lebih cepat melakukan hal-hal melebihi tahap perkembangannya. Baik dari segi lifestyle, perilaku, pemikiran, maupun kondisi psikis. Waduh, apa ini ya yang jadi pertanda munculnya fenomena accelerated puberty alias pubertas yang seolah ’’dipercepat’’? (nen/far/c22/nrm)

Jenjang SD

Akhir usia SD, yakni kelas IV–VI, merupakan periode pra-pubertas. Yap, secara teori, pada tahap usia tersebut, seorang anak mulai mengalami aktivasi organ reproduksi dan hormon. Umumnya sih, tanda-tanda pra-pubertas biologis yang mulai tampak adalah tumbuh rambut di kemaluan dan ketiak sampai tumbuh jakun buat cowok. Tapi, di kalangan anak SD zaman sekarang, percepatan tanda pubertas lain justru makin sering muncul. Yaitu, menstruasi buat para cewek!

Fenomena menarik yang bisa jadi bukti munculnya fenomena accelerated puberty ditemui tim Zetizen saat melakukan observasi ke salah satu SD di kawasan Surabaya Timur. Pada jam pulang sekolah, segerombolan anak cowok tampak berjalan bersama. Salah seorang di antara mereka lantang berujar, ’’Ayo nanti ketemuan sama anak SD gang sebelah’’. Apa yang ditemui tim Zetizen itu jadi bukti bahwa anak zaman sekarang lebih cepat membentuk identitas diri sebagai bagian dari suatu kelompok atau geng.

Jenjang SMP

FYI, periode inti pubertas terjadi pada usia ini loh. Bukan cuma itu, kondisi psikis anak usia SMP pun ikut berubah. Emosi cenderung naik turun dan kerap mengalami mood swing. Nggak heran kalau remaja usia SMP juga berada di masa pencarian jati diri. Pada usia tersebut, curiousity seorang anak buat mencoba banyak hal mulai tinggi.

Alhasil, anak usia SMP pun mulai sering mencari teman yang memiliki minat sama. Tapi, karena lagi asyik-asyiknya bergaul, anak SMP rentan melakukan pemberontakan. Misalnya, coba-coba merokok hingga berkendara seenaknya di jalanan.

Sebanyak 38 persen Zetizen bahkan mengakui bahwa dia dan teman-teman SMP-nya nggak bisa lepas dari make-up. Bahkan untuk ke sekolah sekalipun! ’’Aku biasanya pakai bedak tipis sama lipgloss. Itu pun sampai pinjam punya ibu,’’ ujar Anisa Fitri, salah seorang siswi SMP Negeri di Kabupaten Malang.

Jenjang SMA

Berbeda dengan remaja generasi terdahulu, anak-anak SMA sekarang cenderung lebih cepat menganggap diri mereka udah cukup dewasa. Dengan begitu, mereka merasa lebih berhak pula bertanggung jawab dan melakukan kebebasan apa pun. Alhasil, kebiasaan seperti pulang malam, menginap di luar kota bareng teman, sampai lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah pun makin banyak dilakukan. Hal itu dibenarkan Tera, seorang siswa SMA negeri di Surabaya.

’’Aku jujur sering pulang malam buat hang out bareng teman,’’ jelasnya. Tera merasa tanggung jawab atas dirinya sepenuhnya ditanggung sendiri. Apa yang dikatakan Tera ternyata juga diamini 24 persen Zetizen lainnya. Selain karena kebutuhan untuk fit in dengan pergaulan makin tinggi, pemakluman kebebasan anak di era kini turut dipengaruhi orang tua. 

Tapi, fenomena accelerated puberty di kalangan anak SMA nggak selamanya berujung negatif. Persaingan masa depan yang makin ketat bikin anak muda zaman sekarang merasa lebih cepat bertanggung jawab sama diri mereka karena merasa insecure terhadap masa depan. Alhasil, banyak juga remaja SMA zaman sekarang yang mulai merasa perlu kerja dan buka bisnis meskipun sebenarnya berkecukupan dari segi ekonomi.

Berita Terkait