Puasa, Penjual Buah Tersenyum

Puasa, Penjual Buah Tersenyum

  Rabu, 22 June 2016 10:00
SEMANGKA: Pedagang buah Eko Suprianto menujukan buah semangka kulitas buah lokal banyak diminati konsumen dipasarkan Kota Singkawang. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG — Selama dua minggu terakhir puasa bulan ramadan 1437 H, sejumlah pedagang buah kaki lima mendapatkan berkah dengan meraup keuntungan karena meningkatnya permintaan konsumen buah di pasar tradisional Kota Singkawang.

Jenis buah-buahan yang banyak diburu konsumen pada puasa ramadan antara lain semangka, jeruk dan buah naga. Ini terlihat dengan banyaknya jenis buah lokal yang berjejeran di pinggiran kaki lima.

 “Saat ini kita musim buah semangka. Harga buah semangka tidak mengalami kenaikan harga, baik sebelum puasa maupun setelah bulan ramadan. Karena stok buah semangka yang tersedia dikalangan petani masih mencukupi,” ucap Ketua Ikanan Pedagang Buah Kaki Lima (IPBKL) Kota Singkawang Dedi, Selasa (21/6) kepada media ini.

Dia mengatakan harga buah lokal saat ini mengalami persaingan dengan buah import dari luar negeri. Seperti buah apel dan pir yang banyak diperjual-belikan di pasar tradisional. Sehingga jenis buah semakin bervariasi  dan semakin lengkap sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat Kota Singkawang.

Ia menuturkan harga buah semangka saat ini perkiliogram tembus antara Rp 7 ribu-8 ribu dijual dikalangan pedagang kaki lima. Sedangkan harga jeruk lokal Rp 15 ribu perkilogram. Untuk buah naga juga mencapi harga Rp 20 ribu perkilogram. Semua harga buah lokal bisa ditentukan dengan besar kecilnya kualitas buah yang akan diperjual-belikan kepada konsumen.

 “Harga buah rata-rata sama. Tetapi tergantung besar kecilnya buah yang dipasarkan. Selain itu keberadaan buah musiman juga tidak sepenuh bisa tersedia dipasaran. Karen pada bulan Agustus dan bulan seterusnya jenis buah akan semakin banyak,” imbuhnya.

Pedagang buah kaki lima Singkawang Eko Suprianto menambahkan penjualan buah selama puasa bualan ramadan permintaan konsumen meningkat dari biasanya. Meskipun saat ini belum memasuki musim buah skala besar di wilayah Kota Singkawang.

 “Saat ini pedagang buah kaki lima hanya menjual jenis buah lokal yang lagi musim. Seperti buah semangkan dan buah naga. Sedangkan buah jeruk juga terbatas. Untuk jenis buah durian, rambuatan dan langsat mulai berbuah pada bulan Agustus sampai bulan Desember,” terang ayah dua anak.

Dia menyatakan penjualan buah semangka pada dua minggu terakhir pada puasa ramadan sudah menghabiskan 4 ton di pasar tradisional. Ini belum termasuk pedagan buah kaki lima lainnya yang berdagang buah di wilayah Kota Singkawang dan sekitarnya.

Ia mengungkapkan dengan banyaknya permintaan konsumen terhadap buah lokal. Diharapkan pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi pedagang kaki lima. Selama ini pedagang kaki lima terus berusaha membuka lapangan kerjaan sendiri dan memaksimalkan potensi penghasilan tambahan untuk kebutuhan keluarga.

 “Kami berharap degan adanya campur tangan pemerintah daerah. Ini akan lebih baik lagi dalam menata sistem perdagangan kaki lima berbasis kemasyarakatan. Selain buah lokal dengan kualitas buah segar yang baru dihasilkan oleh petani, ini akan lebih baik untuk dipasarkan dikalangan masyarakat,” imbuh Eko yang juga warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah. (irn)

Berita Terkait