PT Harita dan DAD Berdamai

PT Harita dan DAD Berdamai

  Sabtu, 25 June 2016 10:46
PERJANJIAN: Pimpinan PT Harita group Meris Wiyardi meneken perjanjian bersama dengan DAD Ketapang. Disaksikan Bupati Martin Rantan. AFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

KETAPANG – Untuk tidak mengulangi kesalahan,pihak perusahaan PT.Harita group/WHW menanda tangani perjanjian secara tertulis dengan Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang, dihadapan Bupati Ketapang Martin Rantan SH yang ikut disaksikan oleh para tokoh, sesepuh dan para domong masyarakat adat dayak Ketapang  dirumah kediaman pribadi Bupati Ketapang Martin Rantan,SH.

Karena telah ingkar janji terhadap pengutamaan tenaga kerja untuk pekerjaan masyarakat setempat PT. Harita Grup dan PT.WHW yang bergerak dibidang pertambangan,di Kecamatan Kendawangan,Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat terkena Hukuman Adat Dayak, dengan harus membayar denda secara adat berupa tajo (tempayan).

Bupati Ketapang Martin Rantan meminta kepada PT Harita group / WHW AR agar mengutamakan para pekerja masyarakat setempat, dan memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat dalam lapangan kerja.

Selain itu Bupati meminta agar pihak Harita group tidak ada kesan ingkar janji dan tidak mematuhi komitmen yang telah dibuat bersama, agar dalam proses aktifitas perusahaan dengan masyarakat dapat berjalan seimbang dan saling menguntungkan. (afi)

Berita Terkait