Proyek Pembangunan Jembatan Paralel Landak Bakal Tertunda

Proyek Pembangunan Jembatan Paralel Landak Bakal Tertunda

  Kamis, 20 Oktober 2016 09:30
TERTUNDA: Proyek jembatan pararel Landak, Pontianak, diperkirakan tertunda. Jembatan tersebut kini sudah penuh sesak beragam jenis kendaraan. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pembangunan Jembatan Pararel Landak diperkirakan masih akan tertunda dari rencana awal dimulai 2017. Namun Pemerintah Kota Pontianak berharap jembatan yang memiliki peran vital ini tetap dibangun sesuai rencana.  

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan, kabar kurang baik tersebut didapatkan dari hasil pembahasan di DPR. Ada kemungkinan pembangunan jembatan ini mengalami keterlambatan. Dengan pertimbangan kondisi keuangan negara, sehingga perlu memperhatikan prioritas paling mendesak.  

"Padahal, feasibility study dan detail engineering design (DED) sudah selesai. Di Musrenbangnas juga sudah dibahas. Tapi tidak tahu setelah pembahasan di DPR justru katanya ditunda. Katanya fokus dulu pembangunan Jembatan Kapuas III," ujar wali kota yang akrab disapa Bang Midji ini, Rabu (19/10).

Midji berharap Jembatan Pararel Landak ini tetap jadi prioritas. Menurutnya, dari berbagai kajian, pembangunan jembatan itu lebih mendesak dari jembatan yang lain. Beban jembatan sudah tidak dimungkinkan. Rekayasa lalu lintas pun sulit dilakukan karena jembatan ini merupakan akses satu-satunya. "Kementerian PU harus memperhatikan hal ini," katanya. 

Ditakutkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seandainya akses jembatan ini terputus, maka jalur distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat akan terganggu. Tidak hanya di Kota Pontianak saja tapi Kalbar secara keseluruhan hingga ke daerah hulu. “Semoga saja tidak terjadi apa-apa, tapi tolong ini dikaji lagi, karena jembatan ini penting," harapnya.

Bahkan wali kota yang telah menjabat dua periode ini mengatakan, jika Pemkot memiliki dana yang cukup besar, bukan tidak mungkin jembatan tersebut dibangun sendiri. Tanpa perlu menunggu bantuan dari pusat. 

"Tapi karena ini memang menjadi urusan pusat, kami berharap tetap jadi prioritas. Anggota DPR dapil Kalbar juga harus dorong, awalnya mereka kan sudah sepakat, mengapa sekarang berubah, masyarakat Pontianak dan Kalbar harus pertanyakan itu,” tegasnya.

Dari sisi kewenangannya sebagai kepala daerah Midji mengatakan upaya yang dilakukan sudah cukup maksimal. Dimana pihaknya telah menyampaikan FS dan DED yang telah selesai dibahas. Kemudian saat Musrenbangnas ada kesepakatan untuk penganggaran awal sekitar Rp50 miliar. 

"Hal ini saya belum tahu persis juga, karena dengar-dengar karena kondisi keuangan negara dan keinginan Jembatan Kapuas III. Itu kan semua dibahas di DPR RI kalau sekarang dibatalkan artinya pada tataran itu yang kurang maksimal. Harusnya wakil kita di sana ngotot jangan ikut-ikut saja," tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan, Kepada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, Ismail yang berharap pemerintah pusat masih akan mengupayakan pembangunan jembatan paralel landak ini dimulai tahun depan. Sesuai rencana awal. 

Dia menuturkan progres pembangunan hingga saat ini sampai pada tahap pemeriksaan oleh pihak Komisi Jembatan Nasional. Namun ia juga belum dapat memastikan seperti apa kepastian kapan akan dibangun lantaran masih dibahas di Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional(P2JN). 

“DED kan sudah selesai, sekarang sedang dibahas di P2JN dan memang sampai saat ini masih dikerjakan. Juga diperiksa oleh Komisi Jembatan Nasional. Di Bappenas dan Kementerian Bina Marga juga sudah masuk,” ungkapnya Rabu (19/10).

Sementara itu, Anggota DPR Syarif Abdullah Alkadrie mengungkapkan, Komisi V DPR bahkan tengah memperjuangkan dalam rapat teknis dengan Kementerian Pekerjaan Umum bidang Bina Marga di Jakarta terkait pembangunan jembatan paralel Landak. 

”Tidak tepat itu. Saya saja tengah memperjuangkan bersama kawan-kawan di Komisi V, terutama dari Kalimantan Barat. Ini saja masih rapat,” katanya via telepon dari Gedung DPR RI, Jakarta.

Menurut dia, wacana akan ditundanya pembangunan Jembatan Landak dengan mengutamakan pembangunan Jembatan Kapuas 3, Pontianak masih belum positif. Masalahnya pembahasan dengan Kementriaan Pekerjaan Umum Direktur Jendral (Ditjen) Bina Marga tengah dikupas sekarang (kemarin sore). Kawan-kawan yang duduk di Komisi V juga menyuarakan mendesak mulai dibangun pada tahun 2017. 

“Bisa bahaya, seandainya Jembatan Landak yang umurnya sudah uzur tidak dibangun. Bisa kacau transportasi dan proses angkutan barang dan jasa di Pontianak termasuk daerah lain di Kalbar, seandainya terjadi sesuatu,” kata dia.

Syarif Abdullah melanjutkan bahwa pembangunan jembatan Landak memang wajib menjadi prioritas. Sangat penting sekali mengingat Jembatan Landak yang ada, usianya mungkin sudah mencapai lebih dari 34 tahun. Sementara usia pakai diperkirakan hanya 50 tahun. 

“Kalau tidak salah juga sudah dilakukan perbaikan dan penguatan di sejumlah titik. Hanya tetap saja masih riskan. Apalagi jembatan Landak satu-satunya akses utara ke selatan dan sebaliknya. Jika ada masalah mau dihubungkan kemana untuk wilayah pedalaman Kalbar,” kata dia.(den/bar)

Berita Terkait