Prosesi Adat yang Dilakukan Jokowi dan Kahiyang Hari Ini

Prosesi Adat yang Dilakukan Jokowi dan Kahiyang Hari Ini

  Selasa, 7 November 2017 16:10
Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljo ketika meninjau persiapan pernikahan putrinya, Kahiyang di Solo, Jawa Tengah. (Iswara Bagus/Radar Solo/Jawapos.com)

Berita Terkait

Rangkaian pernikahan putri semata wayang Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution mulai digelar hari ini. Kedua mempelai serta Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Iriana, bakal menjalani prosesi bleketepe dan midodareni. Prosesi tersebut sama seperti yang pernah dilakukan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

Prosesi dalam pernikahan adat Jawa ini menjadi simbol sakral dengan sejuta makna. Berikut adalah arti dan filosofi dua prosesi itu sebagaimana JawaPos.comrangkum dari berbagai sumber:

1. Bleketepe

Bleketepe adalah pemasangan daun kelapa yang masih hijau dan dianyam. Bleketepe memiliki makna perwujudan simbol kesucian para dewa di kahyangan yang dinamakan Bale Katapi. Secara harfiah, Bale berarti tempat, sedangkan Katapi mempunyai makna membersihkan dan serta memilah kotoran-kotoran untuk kemudian dibuang.

Siapapun yang diundang dan juga masuk dikelilingi Bleketepe serta mengikuti upacara yang dilaksanakan tersebut dipercaya akan bersih lahir batin. Harapannya, semua yang terlibat di dalam upacara perkawinan memancarkan nur atau cahaya, yang disimbolkan dengan adanya pemasangan janur ataupun daun kelapa muda di area upacara pernikahan tersebut.

Pemasangan Bleketepe ini dimaksudkan untuk tolak bala dari marabahaya. Bleketepe ini dilakukan oleh orang tua pengantin pada awal pemasangan Tarub.

2. Midodareni

Adalah salah satu rangkaian prosesi adat Jawa di malam hari. Pada malam itu pengantin pria datang ke rumah pengantin putri atau disebut dengan njonggolatau menampakkan diri.

Menurut pernikahan adat jawa, Midodareni adalah sebuah prosesi menjelang acara panggih dan akad nikah. Midodareni berasal dari kata widodari yang dalam bahasa Jawa bermakna bidadari yang dipercaya pada malam nanti para bidadari dari khayangan turun ke bumi dan mempercantik Kahiyang Ayu sebagai calon mempelai.

Berbagai tahapan midodareni juga terdiri dari banyak prosesi. Berikut penjelasannya:

- Jonggolan

Jonggolan adalah sowannya calon mempelai pria ke rumah calon mempelai wanita untuk bertemu dengan orang tua dari calon mempelai perempuan yang kelak akan menjadi mertuanya. Prosesi ini akan dilakukam Bobby Nasution sebagai simbol kemantapan hati menikahi Kahiyang Ayu.

- Tantingan

Setelah calon pengantin pria datang menunjukkan kemantapan hatinya dan diterima niatnya oleh keluarga calon pengantin perempuan, maka pada malam midodareni calon pengantin perempuan hanya diperbolehkan berada di dalam kamar pengantin.

- Pembacaan dan Penyerahan Catur Wedha

Pembacaan catur wedha adalah pembacaan empat wejangan untuk mengarungi rumah tangga yang dibacakan oleh ayah dan ibu mempelai wanita kepada calon mempelai pria.

- Wilujengan Majemukan

Acara midodareni ditutup dengan acara Wilujengan Majemukan yaitu acara bertemunya kedua orang tua calon pengantin, yang bermakna kerelaan keduanya untuk saling berbesanan. Secara simbolis menyerahkan angsul-angsul atau oleh-oleh berupa makanan untuk dibawa pulang kepada keluarga calon mempelai pria

(ika/ce1/JPC)

Berita Terkait