Proses Mudah, Pasang Tarif Terjangkau

Proses Mudah, Pasang Tarif Terjangkau

  Kamis, 29 Oktober 2015 07:57
Gambar dari internet

PONTIANAK - Suasana orang sedang berolahraga terlihat di Gym Fatwa Pontianak. Sejumlah pria tampak sibuk dengan alat-alat fitness. Gym yang beralamat di KH. Wahid Hasyim ini sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu. Setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah member. Awalnya, alat-alat fitness yang tersedia dibuat sendiri oleh Iman, Pemilik Gym Fatwa Pontianak ini. “Dulu itu saya beli besi bekas, kemudian saya buat sendiri dengan melihat contohnya. Tapi semakin mengalami perkembangan akhirnya saya beli langsung di Jawa. Ada tiga set sekarang. Dulu investasi dua set saja cukup besar, berkisar 500 jutaan,” ungkapnya.

Selain membina para atlet, Gym Fatwa ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga disana. “Kalau atlet itu gratis, tetapi kalau masyarakat umum bayar. Kalau mereka jadi member, satu bulan Rp 100 ribu, bebas mau sehari tiga kali main, pokoknya semampunya. Kalau harian itu Rp 10 ribu. Tetapi rata-rata pilih jadi member,” ucap mantan atlet tahun 80-an ini.
Murah dan mudah ini menjadi salah satu alasan bertahannya usaha ini.

“Disini tidak ada uang jaminan. Pokoknya kalau sudah jadi member atau mau harian bisa langsung latihan,” jelasnya. Keuntungan lainnya, lanjut dia karena ditempatnya ini ada seratusan atlet yang latihan silih berganti. “Masyarakat umum yang latihan disini bisa berkonsultasi dengan para atlet,” jelasnya.Kendala dalam usaha ini cuaca yang tidak bersahabat. Sementara kesulitannya ada pada perawatan alat-alat fitness “Kalau hujan deras itu sepi, tapi setelah hujan reda ramai lagi. Kecuali kalau cuacanya panas sekali, itu pasti sepi karena berpengaruh dengan fisik mereka. Kalau kesulitan itu ada di perawatan. Karena sering dipakai talinya putus, juga menjaga agar tidak karatan. Untungnya saya dibantu sama para atlet untuk melakukan perawatan alat-alat tersebut,” beber dia.

Rata-rata setiap harinya, masyarakat umum yang datang bisa mencapai 50 orang. Paling ramai itu sore hingga malam. Sebab mereka sudah pulang kerja. “Perempuan juga ada di lantai atas, tetapi jarang sekali. Mereka lebih banyak untuk cardio,” ucapnya.

Beralih ke Jasa Bodyguard
Banyaknya atlet binaannya ini, Iman pun berinisiatif untuk membuka jasa bodyguard. Jasa ini sudah dimulai beberapa tahun yang lalu. Sebagai jasa professional, bosyguard dibawah naungannya ini memiliki izin khusus dari Kepolisian Daerah Kalbar. “Rata-rata bodyguard ini dulunya tidak bekerja. Jadi kita ingin ciptakan peluag ini. Saya rujuk ke Polda minta izin dan mengikuti prosedur mereka. Jadi ada 30 bodyguard kita yang punya izin,” jelasnya. Jasa bodyguard ini sering digunakan untuk berbagai even, terutama konser-konser yang mendatangkan artis ibu kota. “Kami tugasnya hanya menjaga panitia dan artis. Kalau ada keributan tetap polisi yang maju. Meskipun kami punya izin,” pungkasnya yang mengatakan banyak EO yang sudah bekerjasama dengannya, termasuk para perusahaan yang minta ada penjagaan. (mrd)