Promosikan Kerajinan Kalbar

Promosikan Kerajinan Kalbar

  Kamis, 21 April 2016 09:00
Pameran: Ny. Frederika Cornelis, S.Pd berdialog dengan Ketua Dekranas Ny. Mufida Jusuf Kalla saat meninjau sejumlah stand Pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (20/4).

Berita Terkait

Dekranasda Kalbar Ikuti Inacraft 2016

JAKARTA - Melihat antusias dan apresiasi dari masyarakat luar atas kerajinan Kalimantan Barat, Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendorong kemajuan industri kerajinan Bumi Khatulistiwa. 

Selain melalui pembinaan, Dekranasda Kalimantan Barat juga memfasilitasi para perajin untuk mengikuti sejumlah pameran baik di tingkat lokal hingga nasional. Kali ini dengan mengikutkan sejumlah perajin pada acara International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta Convention Center, Jakarta pada 20 - 24 April 2016 guna mempromosikan hasil kerajinan unggulan daerah.

Ketua Dekranasda Prov. Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd berharap, melalui pameran INACRAFT ini bisa menjadi ajang promosi bagi para perajin Kalimantan Barat di bawah binaan Dekranasda. Melalui kegiatan itu, para perajin bisa bertemu dengan buyer yang diharapkan mampu meningkatkan penjualan. 

“Kerajinan Kalbar unik dan khas. Namun agar bisa terus bersaing dengan produk luar, kami minta agar para perajin binaan bisa meningkatkan kualitas produk, sehingga mampu bersaing dengan hasil kerajinan bukan saja dari dalam negeri bahkan luar negeri,” tuturnya.

Dikatakan Frederika Cornelis hasil kerajinan yang dipamerkan dalam even skala internasional itu seperti kerajinan anyaman tangan, kain tenun dan lainnya. “Produk yang kami tampilkan pada tahun ini adalah beberapa jenis produk unggulan anyaman khas daerah lokal. Kerajinan dan produk tersebut dipajang di stand Dekranasda Provinsi Kalbar dan Dekranasda Kabupaten Sanggau, Landak, Sekadau, Sintang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, Mempawah, serta Kota Pontianak,” katanya.

Pameran INACRAFT 2016 dibuka langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan mengusung Kebudayaan Minangkabau sebagai ikon yang mengangkat tema “The Splendour of Minangkabau,” menampilkan berbagai kemegahan kebudayaan serta kesenian khas Minangkabau.

Dalam sambutannya, Wapres menginginkan hasil kerajinan tangan Indonesia mampu menembus pasar internasional. Ia pun mendorong agar ada penyesuaian kerajinan sesuai dengan selera pasar. “Kami ingin menjadikan suatu produk yang menghasilkan ekonomi, pendapatan, penghasilan ekspor yang baik. Karena itu, dibutuhkan produk yang sesuai dengan selera kebutuhan pasar. Penyesuaian selera itu bisa dengan mengubah warna sehingga sesuai dengan tren di pasar dunia,” ujar Kalla.

Lebih lanjut JK mengingatkan agar para pengusaha kerajinan tidak berpuas diri dengan hasil kerajinan yang diproduksi. Sebab, untuk menembus pasar global, diperlukan peningkatan kualitas sehingga bisa bersaing dengan produk dari negara lain.

INACRAFT 2016 diikuti oleh lebih dari 1400 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir dari 34 provinsi di Indonesia, menempati 1333 stan dengan luas area 25.070 m2, dengan jumlah peserta individu yang meningkat hingga 849 stan, dinas sebanyak 359 stan, BUMN sebanyak 117 stan dan peserta luar negeri sebanyak 8 stan, yang menempati hall Assembly 1 diantaranya adalah negara Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India dan Syria. (emijoehumas)

 

Berita Terkait