Promosi Wisata Bawah Laut Lewat Deep & Extreme Indonesia 2016

Promosi Wisata Bawah Laut Lewat Deep & Extreme Indonesia 2016

  Selasa, 29 March 2016 17:15
www.greatindonesia.com

Berita Terkait

JAKARTA--Jika Anda penyelam, atau menyukai fotografi bawah laut, pasti tidak akan melewatkan event Deep & Extreme Indonesia 2016 -- pameran wisata bahari terbesar di Indonesia.
Pameran akan berlangsung di Jakarta Convention Center, 31 Maret sampai 3 April 2016. Tahun ini adalah kali kesepuluh pameran digelar. Khusus tahun ini, tema yang diangkat adalah mengembangkan pasar wisata bahari untuk menjadi salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia.
Dadang Rizki, Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Kemenpar, mengatakan fokus pameran adalah promosi destinasi garapan Kementerian Pariwisata (Kemenpar); Raja Ampat, Bunaken, Lemben Bitung, Lombok, Sumbawa, Labuan Bajo, Wakatobi, Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, Morotai, Halmahera, Ambon, dan lainnya.
"Kemenpar terus mendukung event ini," kata Rizki. "Ini adalah kampanye dan promosi wisata bahari."
Menurut Rizki, bawah laut Indonesia punya terumbu karang dengan 2.000 spesies ikan dan beragam  biota laut. Tidak hanya ikan kecil macam unicorn,  tapi juga ikan besar seperti tuna, marlin, hiu kepala martil, pari, barakuda, dan lumba-lumba.
Pameran diikuti operator pariwisata, lembaga selam, dewan promosi pariwisata, agen perjalanan, operator kapal, dan penjual perangkat dan aksesoris selam.
"Kami manggandeng semua," kata Rizki. "Pameran juga akan didukung acara seminar dan konferensi, lomba foto, dan demo-demo lainnya."
"Saat ini, Deep & Extreme Indonesia juga fokus melesetarikan lingkungan dan pariwisata berbasis petualangan," kata Rizki.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Indonesia punya dua per tiga dari seluruh koleksi terumbu karang dunia. Diving dan snorkeling, menurut Menpar, tergolong khusus tapi media value-nya sangat besar.
"Mereka yang diving pasti ingin berfoto, dan membagi foto-fotonya lewat Instagram, Facebook, dan Twitter," ujar Menpar Arief Yahya. "Itulah yang membuat destinasi bawah laut Indonesia menjadi populer."(r)

Berita Terkait