Promosi di Media Sosial

Promosi di Media Sosial

  Senin, 27 June 2016 09:36

Berita Terkait

Media sosial terus berkembang. Kebiasaan baru pun terbentuk. Masyarakat mulai ketergantungan gadget. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, mereka selalu dekat dengan handphone. Banyak aktivitas menjadi lebih mudah dilakukan dengan adanya smartphone, termasuk jual beli.

Oleh : Marsita Riandini

Influence marketing memang bukan hal baru. Bahkan, banyak yang terbiasa melakukannya sejak dulu. Kini, influence marketing semakin menemukan momentumnya. Terutama sejak munculnya jejaring sosial, influence marketing terasa kian penting karena terjadi pergeseran strategi promosi.

“Influence marketing itu banyak, yang lagi digandrungi saat ini mobile marketing, melalui smartphone. Kalau dulu kan jualannya dari mulut ke mulut dan sekarang ranahnya sudah berbeda,” ujar dosen luar biasa jurusan komunikasi, Ayuningtyas Hapsari S. PT, M. I. Kom kepada For Her.

Selain smartphone, E-commerse pun juga bermunculan. Mereka menyediakan aplikasi untuk memudahkan transaksi pembelian produk. 

“Kalau influence marketing ini, efeknya cukup besar. Dari satu orang kemudian membagikan informasi ke lima orang, maka efeknya bisa 3.125 orang. Entah itu informasi positif ataupun negatif,” papar dia. 

E-commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapat melakukan transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet. Di E-commerce  menyediakan layanan “get and deliver“. 

“Munculnya E commerce ini pun membuat masyarakat terdidik untuk memilah dan memilih mana yang berkualitas. Pertama seseorang itu pasti nge-search dulu, kemudian dia akan membandingkan dari yang satu ke yang lainnya. Lalu memutuskan pembelian,” jelasnya. 

E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) . “Satu produk E-commerce akan memberikan kualitas pelayan terbaik. Masyarakat melalui media sosial miliknya akan berkomentar. Mereka akan mencari yang paling aman. Keuntungan bagi pedagang itu memperpendek jalur distribusi,” ulasnya. 

Dulu, lanjutnya, ketika seseorang punya produk, harus memiliki distributor di daerah untuk menyebarkan ke seluruh Indonesia. Tapi sekarang itu dimudahkan dengan adanya smartphone. “Lewat media sosial saja, untuk mencari reseller itu mudah. Apalagi jika produknya itu bagus, dan dicari orang. Maka tak sampai satu jam, banyak yang minat,” katanya.

Aplikasi ini menguntungkan banyak orang. Terutama para ibu rumah tangga yang tidak bisa kemana-mana. “Adanya aplikasi belanja online, memudahkan dia belanja tanpa harus keluar rumah. Asal ada jaringan internet, semua akan dimudahkan. Bahkan jualan sembako, sayur, nama aplikasinya ada,” terangnya. 

Ini juga membantu masyarkat yang ingin berjualan tetapi tidak punya produk. “Kalau lihat di Tanah Abang, ataupun di toko grosir lainnya, sudah menjadi pemandangan biasa ada ibu rumah tangga atau mahasiswa yang menunggu di toko tersebut sambil pegang HP dan memfoto produk yang diinginkan. Mereka itu sebenarnya lagi transaksi sama pembeli di berbagai daerah,” pungkasnya. **

------------------------------------

Tantangan dan Strategi

Saat ini banyak tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan Influence marketing. Diperlukan strategi untuk menghadapinya. Beberapa diantaranya seperti yang diungkapkan dosen luar biasa jurusan komunikasi, Ayuningtyas Hapsari S. PT, M. I. Kom kepada For Her:

*Saingan Semakin Banyak

Tantangannya saingan semakin banyak, dan teknologi semakin maju. Sekarang ini tak hanya produk fashion saja, tetapi dari kosmetik, sampai alat dapur seperti pisau, garpu saja sudah ada. 

*Update

Strategi yang harus dilakukan para pedagang yakni terus update, dan memahami tren pasar. Dia juga harus kreatif dari sisi konten, grafik, video, gambar, dan itu harus update terus. Kalau tidak, pasti kalah dan ditinggalkan orang.

*Akses internet lancar

Namanya toko online, maka kebutuhan akses internet sangat penting. Pastikan koneksi jaringan internet aman dan lancar.

*Sabar

Setiap pembeli tentu ingin mencari barang sesuai keinginan, termasuk pula kualitas produk yang akan dibeli. Pedagang harus sabar, kadang dari 10 orang yang bertanya produk yang kita posting, hanya satu yang beli. Kadang sudah menjawab banyak pertanyaan tidak jadi beli. 

*Gandeng Offline

Memiliki produk yang di jual secara offline juga membantu penjualan secara online. Namun tetap saja kualitas produk harus dijaga. 

*Memahami kebutuhan pasar

Seseorang juga harus mengerti ekspektasi konsumen. Mereka harus memahami bahwa konsumen itu punya minat yang beda-beda, selera yang berbeda, ambisi orang membeli juga berbeda, serta kemampuan finansial juga berbeda. (mrd)

Berita Terkait