Promosi dan Upaya Perlindungan Hewan Langka

Promosi dan Upaya Perlindungan Hewan Langka

  Rabu, 3 Agustus 2016 09:55
MENAWAN: Aksi penyu hijau yang menjadi impian penyelam untuk berenang bersama. Akan menjadi ikon kabupaten Sambas, guna perlindungannya. ISTIMEWA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Beberapa daerahnya jadi persinggahan penyu. Karenanya, Kabupaten Sambas bertekad menjadikan penyu sebagai ikonnya. Selain promo lingkungan hidup, tentu saja hal ini salah satu upaya pemkab untuk melindungi hewan langka tersebut.

Fahrozy, Sambas

“TIDAK semua pantai yang berada di kabupaten Sambas disinggahi penyu, namun kecamatan Paloh memilikinya. Sehingga ini harus tetap dijaga, dan ke depannya penyu akan menjadi ikon Kabupaten Sambas,” kata Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH saat melepas tukik dan penanaman pohon Cemara di Pantai Mungguk Rasak, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh dalam kegiatan Restorasi Pantai Paloh yang dilaksanakan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswa) Kambau Borneo.

Apa yang dilakukan Pokmaswas. Pemkab Sambas memberikan apresiasi.

“Pemkab Sambas sangat mengapresiasi kegiatan pengawasan yang di lakukan Pokmaswas Kambau Borneo serta akan membantu program di selanjutnya,” katanya.

Wakil Bupati mengajak seluruh komponen yang ada. Menjaga kelestarian pantai paloh serta pantai lainnya di kabupaten ini.

"Marilah kita jaga kelestarian alam ini, manfaatkan potensi pantai paloh yang indah, karena tidak semua pantai disinggahi Penyu,” katanya.

Wabup menyebutkan Restorasi pantai harus dilakukan sejak dini. Lantaran jika sampai terlambat, akan berpengaruh terhadap ekosistem yang ada.

“Apalagi setiap musim pancaroba, banyak pohon cemara yang tumbang. Dan pohon tumbang menjadi sampah yang dapat mengganggu proses peneluran Penyu yang suka dengan pantai bersih dan aman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut. Wakil Bupati Sambas bersama beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), World Wide Fund (WWF), ormas dan masyarakat, Sabtu (30/7) sore melepas 1500 tukik kemudian menanam pohon Cemara di Pantai Mungguk Rasak, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh.

Ketua Pokmaswas Kambau Borneo, Hadian Husin mengatakan sebanyak 1.500 tukik yang dilepas dan 4 ribu pohon cemara yang ditanam dilokasi pantai Mungguk Rasak.

Ke depannya, kegiatan seperti ini akan berlanjut. Jika di jumlahkan, sampai saat ini, lebih dari 13 ribu tukik yang di lepas ke Pantai.

Pasir Putih

Pantai di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mempunyai hamparan pasir putih yang landai menjadi tempat ideal untuk penyu-penyu bertelur. Pantai dengan panjang 63 kilometer itu diakui sebagai lokasi peneluran penyu, terutama untuk jenis penyu hijau (Chelonia mydas), yang terpanjang di dunia.

Musim puncak penyu bertelur di Pantai Paloh antara Juni hingga Oktober. Penyu hijau dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) merupakan dua penyu endemik yang paling sering mendarat di Pantai Paloh untuk bertelur. Namun lambat laun, pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Natuna tersebut secara perlahan sepertinya mulai ditinggalkan penyu.

Pemerintah Kabupaten Sambas sudah memasukkan rencana pengembangan kawasan itu di dalam perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah jangka panjang yang berlaku 20 tahun, yakni tahun 2008 – 2028.

Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh alam maupun manusia, sehingga memengaruhi penyu untuk bertelur. lokasi yang paling sering didarati penyu di Pantai Paloh untuk bertelur adalah area sepanjang 19,3 kilometer dari Sungai Belacan ke Mutusan. Di tahun 2009, jumlah sarang telur penyu hijau di pantai itu saat puncak musim adalah 2.102 buah, penyu sisik 41 buah.

Sedangkan di tahun 2010, pada periode yang sama, ada 1.501 sarang telur penyu hijau, penyu sisik delapan sarang. Sementara sepanjang tahun 2010, total sarang penyu hijau adalah 1.994 buah, penyu sisik 46 buah. Jumlah penyu hijau yang mendarat di pantai tersebut, di tahun 2010 sebanyak 4.123 individu, penyu sisik 72 individu. Tidak semua penyu yang mendarat di pantai, bertelur. Sementara penyu belimbing (Dermochelys coriacea) sangat jarang terlihat.

(beberapa sumber & Yudi G/Pusluhdaya KP)

Berita Terkait