Program Ulang Saluran Air

Program Ulang Saluran Air

  Kamis, 11 February 2016 08:27
Foto Asep Haryono / www.simplyasep.com

Berita Terkait

PONTIANAK - Musim penghujan tengah melanda sebagian wilayah Kalimantan Barat. Beberapa ruas jalan sering kali tergenang dengan guyuran air hujan. Wilayah perkotaan juga paling rentan direndam air. Penyebabnya adalah buruknya saluran pembuangan air yang tidak bebas bergerak.

Anggota Komisi  IV DPRD Kalbar Irvan Marsyad mengatakannya ke Pontianak Post. ”Wilayah perkotaan seperti Kota Pontianak dan Kota Ketapang sering terjadi penyempitan saluran pembuangan air. Sehingga air keluar cukup berdesakan. Makanya sering terjadi banjir,” ucapnya, Rabu (10/2) di Pontianak.Menurut dia seperti di jalan paris II kemarin, guyuran hujan sampai mengenangi beberapa wilayah rendah. Padahal di sana ada parit, tetapi karena saluran pembuangan tidak bebas bergerak, makanya genangan air hujan menumpuk. ”Makanya ketika hujan makin deras, wilayah rendah makin tergenang. Harusnya wilayah perkotaan punya solusi nyata,” ujarnya.

Salah satu solusinya yakni menjaga kebersihan saluran pembuangan air. Itu karena hampir rata-rata di wilayah perkotaan saluran pembuangan air sering bermasalah. Sehingga ketika curah hujan turun dalam jumlah banyak, saluran pembuangan tak mampu mengalir dengan baik. Belum lagi rata-rata jalan perkotaan dengan jumlah saluran pembuangan juga terbatas.Di Kota Ketapang misalnya, persoalan beda lagi. Selain sering terjadi macet, genangan air pada musim penghujan juga tiba-tiba bisa membludak dalam jumlah banyak. Saluran di sana juga tidak terlalu banyak sehingga air hujan sering mengenangi wilayah rendah. ”Untuk di Ketapang jalur jalannya memang jalur provinsi seperti di jalan D.I Panjaitan. Meskipun di dalam kota tetapi sangat rentan banjir. Harusnya ini menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Di tempat yang sama anggota Komisi IV lainnya, Syarif Amin Assegaf melihat persoalan banjir dari tahun ke tahun adalah masalah klasik bersama. Sejak dahulu wilayah perkotaan sangat rentan dengan rendaman air hujan. Makanya harus ada wacana baru agar banjir tidak menyerang wilayah perkotaan.Sebelumnya, kata politikus Nasdem ini, ada wacana Kota Pontianak-Kubu Raya pembutaan ring road. Ternyata sampai sekarang program tersebut tidak terealisasi. Waktu itu seingatnya program ring road akan menjadi pembuka areal baru. “Harusnya didorong dan ditangani dengan koodinasi PU Provinsi Kalbar. Lanjutkan program Ring Road, sehingga akan membuka wacana dasar pembangunan Jembatan Kapuas III,” tuturnya.

Dia menjelaskan keuntungan Ring Road, tentulah akan membuka wilayah baru. Selain itu juga akan membuka kanal besar. Sebab jalan lingkar akan lebih mempercepat pengaliran air ke kanal. Dengan demikian juga akan membuka pembuangan air dalam jumlah banyak. Jangan sampai di wilayah perkotaan penduduk sudah padat, barulah membuka banyak saluran. ”Seperti di Jakarta butuh biaya besar karena harus ada biaya pembebasan lahan,” ungkap dia.(den)

Berita Terkait