Program Reality Show Pemburu Mimpi,Enam Peserta Taklukan Tiga Benua

Program Reality Show Pemburu Mimpi,Enam Peserta Taklukan Tiga Benua

  Selasa, 16 February 2016 13:49
NET 13 EPISODE: Sebanyak enam peserta Program Reality Show Pemburu Mimpi bersama pemandu, Oka Antara, siap menghadapi petualangan di Benua Asia, Eropa, dan Afrika.

Program reality show bertemakan traveling dengan bumbu ketangkasan menemani pemirsa RCTI. Program ini berjudul Pemburu Mimpi. Program yang mengudara Sabtu, (13/2) lalu itu menghadirkan enam kontestan dalam menghadapi petualangan di Benua Asia, Eropa, dan Afrika.

---

PETUALANGAN seru enam kontestan ini dikemas dalam 13 episode dengan tema berbeda yang tersaji selama satu jam. Mereka yang terpilih di antaranya Della, Kumar, Kareen, GC, VJ dan Eric. ”Pemilihan enam kontestan ini kita pilih melalui seleksi ketat,” ujar Dini Putri, Production & Programming Director RCTI saat jumpa pers di Tangerang, Banten, Sabtu (13/2).
Pemburu Mimpi merupakan program reality show kerja sama dengan Datsun. Program ini menyuguhkan beragam petualangan menarik enam kontestan dalam melewati beragam game dengan latar belakang alam, budaya, dan tradisi berbeda, di setiap kota, di sejumlah negara di tiga benua berbeda.
”Ini akan menjadi program menarik dan inovatif yang dinikmati pemirsa karena keseruan dan ketegangan setiap games yang hadapai dihadapi enam peserta secara tidak langung mengajak penonton merasa tegang,” jelasnya.
Proses audisi Pemburu Mimpi dimulai sejak September lalu. Audisi digelar melalui online dan terbuka. Ribuan peserta mewarnai proses audisi. Sebanyak enam peserta terpilih memiliki latar belakang yang berbeda mulai dari profesi, kemampuan hingga komunikasi. ”Penilaian berdasarkan karakter, kita tidak mencari skill tertentu. Tetapi lebih kepada personaliti dalam menghadapi setiap tantangan,” serunya.
Tantangan dilewati peserta sejak Desember lalu. Di episode pertama, enam peserta melewati tantangan di Indonesia. Tiga kota seperti Madura, Sidoarjo, dan Jogja menjadi medan pertempuran mereka, salah satunya Candi Borobudur di Jogja dan karapan sapi di Madura.
”Tantanganya seperti apa, saya tidak bisa memberitahukan, karena ini akan menjadi surprise bagi pemirsa,” terang Dini.
Belum lagi perbedaan cuaca yang dihadapi enam kontestan di setiap negara di benua Eropa maupun Afrika. Pastinya, game, dan tantangan ini menjadikan pemirsa ikut merasakan atmosfir ketegangan yang dusuguhkan para kontestan di depan kamera.
Sebab, game dikemas secara real tanpa rekayasa. Namun, jangan khawatir bagi keluarga salah satu peserta yang terlibat. Setiap peserta, terang Dini, tercover asuransi. ”Semua yang terlibat selama proses syuting telah kami asuransikan. Selama menjalani program reality show akan menjadi tanggung jawab kami,” paparnya.  
Yang pasti, dalam setiap tantangan dan game yang dilewati menjadi sajian menarik. Karena, setiap tantangan tidak terduga dihadapi kontestan. Selain itu, wajah beberapa negara di tiga benua. Dan keindahan alamnya, dibingkai menjadi satu kesatuan di program ini. Sebut saja, Taj Mahal yang ada di India, dan Borobudur di Indonesia. ”Apa saja bentuk keindahannya, itu akan menjadi kejutan pastinya,” tegasnya.
Program ini dipandu oleh Oka Antara sebagai sumber petunjuk dan informasi akan petualangan yang dihadapi mereka. Dan masing-masing kontestan berpacu dari satu tempat ke tempat lain untuk memburu rewards dengan menyelesaikan tantangan dan menjadi yang terbaik. ”Gue nggak satu kendaraan sama mereka. Gue nggak ngobrol sama mereka. Gue nggak satu lantai sama mereka. Di sini gue jadi host yang netral,” tegas Oka.
Meski demikian, karakter antagonis yang disuguhkan dalam memandu program tersebut membuat aktor berusia 34 dibenci para peserta. Belum lagi dengan kondisi medan yang tidak sama di Indonesia. ”Yang menarik, sedikit bocoran, ada satu kontestan kesal sama gue. Gue sih ketawa-ketawa saja. Mereka tuh nggak tau apa yang akan terjadi. Kadang kita bisa berubah semuanya. Kontestan juga bisa berubah karena dari negara satu ke negara lain beda cuaca. Bisa minus 20 derajat celcius sampai minus 17 derajat celsius,” pungkasnya. (ash)