Program Prona Terkesan Tertutup

Program Prona Terkesan Tertutup

  Jumat, 7 Oktober 2016 09:00

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sejumlah masyarakat mengeluh sulitnya mendapatkan informasi tentang Proyek Operasional Nasional Agraria (Prona) pembuatan sertifikasi tanah gartis bagi masyarakat di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

“Sosialisasi tentang program prona jarang dilakukan di lingkungan masyarakat. Ini menjadi tanda tanya warga tentang sejauh mana program prona itu dilaksanakan,” ucap Warga Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara Purwandi (30), Kamis (6/10) kepada media ini.

Dia mengatakan adanya program Prona untuk pembuatan sertifikat tanah sangat membutu masyarakat kecil maupun menengah. Ini karena banyak tanah milik warga belum memiliki sertipikat. Sehingga dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dan pihak pemerintah terkait untuk menyukseskan program Prona di Kota Singkawang tersebut.

Ia  menyatakan selama ini sosialisasi program Prona jarang dilakukan dalam lingkungan masyarakat. Hal ini perlu adanya pengawasan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Supaya pelaksanaan program Prona dapat dilaksanakan secara maksimal sesuai harapan masyarakat Kota Singkawang.

“Kami hanya mendengar adanya program Prona pembuatan sertifikat tanah. Tapi kami tidak tahu bagaimana cara mendapatkan program prona itu. Hingga sekarang masih banyak tanah warga belum memiliki sertipikat tanah karena tidak memiliki cukup biaya,” terangnya ayah satu anak.

Secara terpisah Kepala Lurah Semelagi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara Kusnadi menanggapi tentang program Prona pembuatan sertifikat tanah milik masyarakat sudah dilaksanakan. Namun kouta yang didapatkan 50 sertipikat prona dari BPN Kota Singkawang.

“Tahun ini program Prona pembuatan sertipikat tanah milik masyarakat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2015, Prona kita dapatkan hanya 25 sertipikat tanah. Jadi, banyak masyarakat kita tidak kebagian karena pembuatan sertipikat tanah biayanya lebih murah,” jelasnya.

Dia menyatakan dalam program Prona, pembuatan sertipikat tanah, pada intinya gratis tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik lahan. Namun hal tersebut tidak bisa dipungkiri, petugas kelurahan juga memerlukan biaya operasional terjun kelapangan. Seperti biaya bensin, biaya materai dan biaya makan maupun minum yang sifatnya tidak mengikat masyarakat.

Ia menuturkan sudah ada kesepatan ketua belah pihak antara pemilik lahan dengan petugas Prona di tingkat kelurahan. Kerjasama ini dapat berjalan baik tanpa ada hambatan demi menyukseskan program Prona dari BPN Kota Singkawang. Namun pada kenyataan dilapangan banyak warga yang tidak peduli terhadap petugas dilapangan. Ini yang menjadi persoalan bagi pihak kelurahan karena petugas operator terbatas dan banyak masalah adminstrasi warga yang mesti diselesaikan dengan baik.

“Sudah kita bantu dengan biaya lebih murah dan tidak mengikat. Tapi pemilik lahan tampak tidak mau peduli. Bahkan saat terjun kepalangan banyak lahan belum dipatok dan diluasi. Begitu juga dengan kepemilikan tanah bayak yang tidak jelas. Jadi, tahun depan kemungkinan program Prona lebih baik tidak kita ambil,” tutup Kepala Lurah Semelagi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara.

Selanjutnya media ini meminta keterangan langsung kepada pihak Badan Pertanahan Nasional Kota Singkawang. Saat dikonfirmasi untuk kesekian kali tentang sejauhmana progam prona dilaksanakan di Kota Singkawang. Petugas Prona tidak bisa ditemui dan tidak bisa dimintai keterangan hingga berita ini diterbitkan.  (irn)

Berita Terkait