Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Ausitrali Berakhir , Anna Terkesan Siaran Radio, Suka Suasana Warung Kopi

Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Ausitrali Berakhir , Anna Terkesan Siaran Radio, Suka Suasana Warung Kopi

  Rabu, 10 February 2016 08:46
BERAKHIR: Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia telah berakhir, dengan perpisahan di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak. HUMAS PEMKOT FOR PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Banyak kesan dan pengalaman Anna, peserta Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2015-2016 ketika berada di Pontianak. Meski hanya sebulan menjalani program fase perkotaan dia mengaku senang di Kota Khatulistiwa. Terutama ketika berkesempatan menyeruput kopi Pontianak. MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

TAK terasa sebulan sudah berjalan Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2015-2016. Banyak pengalaman dan kenangan diperoleh dari 18 orang pemuda asal negeri kanguru itu, ketika menyambangi kota dengan julukan “Pontianak Kote Bersinar”.Salah satu dari 18 orang asal Australia itu adalah Anna. Dia mengaku senang ketika berada di Pontianak. Banyak pelajaran dan pengalaman dapat diambil. Mulai dari kebiasaan masyarakat setempat, kebersihan kota, budayanya sampai makanan khasnya.

“Pontianak lebih bersih dari kota besar lain. Saya suka berada di Pontianak karena lebih seru, suasananya juga begitu ramai,” ungkapnya usai perpisahan Peserta PPIA Fase Perkotaan di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (7/2) malam.Tidak hanya mengagumi kebersihan kota, Anna juga merasa terhibur dengan banyak tempat-tempat santai, seperti warung kopi dan café. Kata dia, di kota asalnya, pukul 5 sore café sudah banyak tutup. “Pontianak begitu hidup dan ramai. Salah satunya karena warung kopi masih banyak yang buka hingga larut malam,” ungkapnya.

Dalam menjalankan program fase perkotaan, dia bersama rekan seperantauan ditempatkan di beberapa tempat untuk magang, baik itu di satu instansi negeri, swasta atau lembaga. Dia sendiri di tempatkan di Stasiun RRI Pontianak. Tidak hanya melihat keseharian karyawan RRI bekerja, ia juga mersakan keseruan menjadi penyiar di radio milik pemerintah itu.“Pertama kali siaran saya merasa gugup, namun lambat laun terbiasa jadi penyiar. Itu karena semua rekan di RRI sdangat ramah,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sebagai tuan rumah, Pontianak mendapat pengalaman dan kesan yang positif dari kedatangan peserta Pertukaran Pemuda ini. “Saya harap, adanya kegiatan ini dapat menginspirasi dan memacu para pemuda di Kota Pontianak untuk terus maju,” tuturnya.Ditambahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai penyelenggara dapat melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan. Tidak hanya Australia saja, akan tetapi beberapa negara sahabat lainnya juga bisa diajak kerjasama guna melaksanakan Program Pertukaran Pemuda.(*)

Berita Terkait