Program Malam Minggu Aman

Program Malam Minggu Aman

  Minggu, 26 June 2016 10:38
Iwan Imam Susilo

Berita Terkait

PONTIANAK – Selain berusaha melakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan, kepolisian juga terus berusaha untuk mempersempit ruang gerak kejahatan. Salah satu upaya yang dilakukan mereka adalah dengan melaksanakan program malam minggu aman. 

Kapolresta Pontianak, AKBP Iwan Imam Susilo, mengungkapkan berbagai kasus kejahatan, seperti pencurian dengan kekerasan, pemberatan, pencurian di wilayah pemukiman, kejahatan jalanan, perjudian, hingga prostitusi menjadi perhatian serius dirinya. 

Dia menjelaskan, selain sigap dengan menerima laporan korban kejahatan untuk menangkap para pelaku kejahatan yang meresahkan, pihaknya juga melakukan kegiatan malam minggu aman. “Malam minggu aman ini, maksudnya personel polisi diturunkan di titik keramaian, titik rawan kejahatan, hingga melakukan patroli di pemukiman,” kata Iwan, kemarin. 

Iwan berharap, dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, setidaknya dapat mencegah pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Sebaliknya, ketika kejahatan terjadi, maka, dia mengungkapkan bagaimana polisi yang berada di lokasi dapat mengambil tindakan penangkapan. 

“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan. Bisa dilihat ada banyak anggota saya yang berada di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan penjagaan, pengawasan, pengamanan, dan pelindungan,” ucapnya. 

Selain malam Minggu aman, lanjut Iwan, upaya pencegahan aksi kejahatan terjadi adalah dengan melakukan analisis dan evaluasi terhadap titik atau angka kejahatan tertinggi terjadi di suatu wilayah. Iwan mengatakan, dari analisis dan evaluasi tersebut akan didapat di wilayah mana yang tingkat kejahatannya terbilang tinggi terjadi. “Dari data analisis dan evaluasi itu, maka anggota diarahkan untuk meningkatkan patroli, sebagai contoh Jalan Gajah Mada marak kejahatan, maka ritme partoli rutin akan ditingkatkan dan ini analisis ini rutin dilakukan,” terangnya. 

Namun demikian, Iwan berharap masyarakat juga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi-aksi kejahatan yang mengintai, yakni dengan menjadi polisi bagi diri sendiri. Maksudnya, diungkapkan dia, adalah dengan tidak memberi peluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti tidak bagi perempuan saat berkendara tidak menggunakan tas samping atau tas, tidak memakai perhiasan yang berlebihan, memasukkan kendaraan ke dalam rumah dan menitipkan rumah kepada tetangga atau kepada petugas keamanan saat meninggalkan rumah. (adg)

Berita Terkait