Program Kapal Kemanusian di Kalimantan Barat

Program Kapal Kemanusian di Kalimantan Barat

  Selasa, 17 April 2018 11:00
RESMI: Penjabat Gubernur Kalbar meresmikan Kapal Kemanusiaan 03 Kalimantan Barat di Pontianak. HUMAS PEMPROV KALBAR

Berita Terkait

Habiskan Waktu Satu Bulan, Sasar Desa Bantaran Sungai

Yayasan Muslim Asia atau Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) melakukan banyak program sosial, nasional hingga internasional. Melalui program kapal kemanusiaan, sejumlah daerah terpencil disinggahi, termasuk Kalimantan Barat. Tahun ini, program yang diresmikan pada Senin (16/4) itu, menyasar wilayah bantaran Sungai Kapuas.

SITI & RAMSES, Pontianak

DARWADI mesti terpisah dari keluarganya selama satu bulan. Dia menjadi salah satu crew bagian teknisi bangunan, dalam misi kemanusiaan program Kapal Kemanusiaan dari AMCF di Kalimantan Barat. Misi itu sudah dilakukan pada Oktober-November tahun lalu, di Kubu Raya. Suka duka dirasaknnya dan enam crew lain selama menjalankan misi tersebut.

“Medannya cukup menantang. Di tambah dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat," katanya, saat ditemui Pontianak Post, Senin (16/4).

Akibatnya tiga orang crew jatuh sakit. Mereka kelelahan. Ditambah cuaca hujan yang melanda. Tiga orang itu bahkan di rukuk ke rumah sakit. Meski begitu, namun misi tetap dijalankan. 

Dalam kesempatan tersebut, Darwadi juga menceritakan bagaimana program tersebut direalisasikan di daerah yang minim fasilitas serta masyarakat yang tergolong miskin. Sebagai kru bagian teknisi bangunan, dia menangani sejumlah bantuan, seperti perbaikan fasilitas umum, hingga bedah rumah. Menjalankan program ini menurutnya cukup menantang. 

“Untuk program fisik seperti bedah rumah tidak semua yang mendapatkan bantuan. Hal ini kadang ada sejumlah warga yang terlihat iri karena tidak mendapatkan bantuan ini,” tuturnya.

Meski demikian, dia tetap senang. Sebab hampir seluruh program (tidak hanya yang dia tangani) melibatkan warga desa. Mereka turut serta dalam menyukseskan keberlangsungan program. 

Setidaknya ada lima desa dari dua kecamatan di Kubu Raya yang menerima bantuan dari program Kapal Kemanusiaan. Kedua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kubu dan Kecamatan Terentang. Keseluruhan desa yang disasar terletak di bantaran sungai Kapuas, hingga anak-anak sungainya. 

Bantuan yang disalurkan di setiap desa berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sebelum menjalankan program, dilakukan survei untuk mengetahui kebutuhan setiap desa. Setelah itu, program Kapal Kemanusiaan dapat direalisasikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim lainnya. Adapun tim Kapal Kemanusaiaan terdiri dari enam hingga tujuh orang. Mereka memiliki program masing-masing sesuai kapasitas keilmuan yang dimiliki.

“Kru kapal terdiri dari dokter atau paling tidak ada tenaga medis, teknisi listrik, teknisi bangunan, hingga penyuluh agama,” ungkap Nilwani, selaku Mediator Program Kapal Kemanusiaan 03 Kalimantan Barat.

Meski program Kapal Kemanusiaan telah dilakukan pada Oktober tahun lalu, namun acara peresmian baru digelar kemarin (16/4) di tahun ini. Sebelumnya program tersebut sudah diresmikan di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Papua Barat, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Tengah. Untuk di propinsi ini, program tersebut bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar, Universitas Muhammadiyah dan Ma'had Al Khansa. Program ini akan terus berlanjut di beberapa daerah lainnya di Kalbar. 

Ketua PW Muhammadiyah, Pabali Musa, mengatakan program Kapal Kemanusiaan sebagai salah satu ikhtiar untuk menyentuh masyarakat yang masih menghadapi masalah baik di sisi perekonomian, kesehatan, hingga pelayanan dasar. Muhammadiyah sebagai ormas yang dipercaya untuk membantu menyukseskan dalam misi ini, akan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami yang di sini memabntu secara teknis berjalannya program tersebut,” ucapnya. 

Adapun program ini dapat berjalana karena bantuan dari donatur, terutama donatur dari luar negeri. Untuk program Kapal Kemanusiaan ini donatur utama berasal dari Uni Emirat Arab, yang bernama  Muhammad Thoyib Khoory. Dalam acara peresmian yang digelar di Hotel Kartika itu, dia turut hadir. Dia menyampaikan bahwa bantuan tersebut menyasar masayrakat yang membutuhkan bantuan, tanpa memandang suku dan agama.

“Ini adalah misi kemanusiaan, tidak ada sekat suku dan agama, apapun orientasi politiknya. Kita akan bantu,” katanya.

Adapun program yang dijalankan melalui program ini diantaranya, pelayanan kesehatan, operasi katarak, hingga sunatan masal. Selain itu juga ada program bedah rumah, bagi rumah warga yang membutuhkan bantuan renovasi. Sedangkan bagi daerah yang masih minim ketersediaan listrik, bantuan berupa panel surya juga akan didatangkan. 

Program Kapal Kemanusiaan juga diapresiasi oleh Pejabat Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji. Bantuan ini menurutnya harus disyukuri oleh warga Kalbar, apalagi menyasar daerah-daerah terpencil dan sulit diakses oleh infratruktur yang ada. 

“Program ini memberikan dampak positif, dan membantu program pemerintah dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat Kalbar,” pungkasnya. 

Dodi menjelaskan kehadirian Kapal Kemanusiaan 03 AMCF memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dimana membantu program pemerintah dalam memberikan palayanan dan pemberdayakan masyarakat di wilayah Kalimantan Barat.

“Banyak masyarakat yang tinggal di desa terpencil termasuk pulau-pulau terluar di Kalimantan Barat. Dengan adanya kapal kemanusiaan ini ke depan dapat terbantu dengan sebaik-baiknya,” harap Dodi.

Dodi juga mengajak semua komponen masyarakat untuk menyatukan tekad dan bergandeng tangan membangun serta memajukan Kalbar demi masa depan yang lebih baik lagi.

“Mari bertekad dan berkerjasama agar ke depan tercipta Kalimantan Barat yang sejahtera, lestari dan mandiri,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait