Program Kambing untuk Janda yang Digagas Yayasan Asri, Sistem Bergulir, Dapat Dijual Setelah Berkembang Biak

Program Kambing untuk Janda yang Digagas Yayasan Asri, Sistem Bergulir, Dapat Dijual Setelah Berkembang Biak

  Selasa, 2 February 2016 10:34
TERNAK: Salah satu janda penerima program ternak dari Yayan Alam Sehat Lestari (Asri) saat merawat kambing miliknya, di Dusun Payak Hitam, Desa Sejahtera, Sukadana, Kayong Utara. DANANG PRASETYO/Pontianak Post.

Yayasan Alam Sehat Lestari (Asri) tidak hanya bergerak pada bidang kesehatan dengan mendirikan klinik gratis. Yayasan ini juga turut peduli pada nasib para janda melalui program kambing untuk janda. DANANG PRASETYO, Kayong Utara.

PROGRAM kambing untuk janda sudah berjalan sejak 2008, satu tahun setelah berdirinya Yayasan Asri di Sukadana, Kayong Utara. Program tersebut dihadirkan memiliki tujuan tersendiri. Yakni meningkatkan penghasilan para janda dengan memberikan mata pencaharian sebagai peternak kambing. Setelah berhasil berkembang biak kambing itu dapat diperjualbelikan.

Sedangkan untuk kotorannya sendiri juga dapat kembali dimanfaatkan oleh mereka, digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik. Tidak menutup kemungkinan juga dapat dijual kepada warga lainnya yang memerlukan pupuk organik.Setiap janda diberikan satu pasang kambing yang terdiri atas satu ekor kambing jantan dan satu ekor kambing betina. Selanjutnya untuk kambing tersebut kemudian dipelihara dengan cara bergulir. Bagi janda yang berhasil memelihara dan mampu menggulirkan kambingnya, maka akan akan dapat menolong janda lain yang memang membutuhkan pengasilan dari program tersebut.

Tercatat dari 2008 hingga 2015 lalu, sudah ada 171 janda yang menerima bantuan ini. Setidaknya sebanyak 243 kambing telah disebar di berbagai wilayah di Kayong Utara dan Ketapang.

Salah satu warga penerima bantuan, Puniah (60)  warga Dusun Payak Hitam, Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara mengatakan, dia sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Selain dapat dijual kembali setelah mampu berkembang biak, kotorannya pun dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebunnya. Jadi dia tidak perlu lagi untuk mencari pupuk di luar. “Ya, Alhamdulillah ada yang peduli dengan kami yang sudah tidak punya suami lagi,” ujar janda empat anak itu.

Setiap hari Puniah harus berkerja untuk mencukupi keperluan hidupnya. Selain itu, hasil ternaknya digunakan untuk memperbaiki rumahnya. “Ada juga yang saya tabung. Walau cuma sedikit,” terang Puniah, yang kini telah memiliki 12 cucu tersebut.Dirinya berharap, program ini dapat terus berjalan. Sehingga, sambung dia, warga lainnya yang memerlukan bantuan berupa ternak dapat turut merasakannya. Sehingga sesuai dengan apa tujuan dari Yayasan Asri agar dapat terhindar dari usaha yang menyangkut penebangan hutan. (*)