Profile Desa Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar

Profile Desa Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar

  Jumat, 20 May 2016 09:51
DESA PIASAK: Desa Piasak, kecamatan Selimbau Kapuas Hulu dari kejauhan. Kawasan yang diliputi sungai dan danau. Menjadi produsen ikan air tawar terbesar. FOTO PANORAMIO

Desa Piasak Kecamatan Selimbau merupakan salah satu desa penghasil ikan air tawar terbesar di Kabupaten Kapuas Hulu. Produk unggulannya; balor (ikan asin) serta temet (kerupuk basah). Keduanya berbahan baku ikan air tawar.

Mustaan, Kapuas Hulu

TAK heran apabila desa yang meliputi sungai Kapuas dan danau ini dipilih mewakili Kapuas Hulu dalam lomba desa tingkat provinsi. Tim juri dari Provinsi Kalbar pun sudah melakukan penilaian langsung pekan lalu. 

Proses penilaian lomba desa tingkat kabupaten ini disaksikan Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero SH bersama jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu. Kepada wartawan, politisi DPK PKPI Kapuas Hulu ini optimis, desa Piasak menang dan bisa mewakili Kalbar ketingkat nasional. 

“Desa piasak berpotensi menang, apalagi penilaian dengan sistem regional,” papar dia, Kamis (19/5). Anton Pamero mengatakan, Kabupaten Kapuas Hulu masuk dalam regional 4, jadi peluang menang sangat besar. 

Kepada tim penilai, dia menjelaskan gambaran alam desa Piasak memang terbilang unik, daerah pesisir yang kerap dilanda banjir. Namun masyarakatnya punya keahlian khusus dalam mensiasati fenomena alamnya. Sehingga tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Dia mengatakan, tim penilai bisa melihat langsung bagaimana kondisi desa Piasak yang berbeda dengan daerah lain di Kapuas Hulu. Daerah ini sering banjir terkena banjir dan saat musim banjir tiba. Sehingga banyak kandang sapi, bukan berarti masyarakat sengaja membuat kotor lingkungan, tapi memang faktor alam. Itu diharapkan jadi nilai tambah bagi desa piasak dilomba tingkat provinsi.

Sebab, dengan kondisi alam yang tidak bersahabat, desa Piasak bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya. Anton Pamero meminta warga desa Piasak tetap bekerja keras agar menata desanya dengan baik, sehingga bisa mendongkrak penilaian tim lomba desa. Dia meminta Desa Piasak jangan berkecil hati karena desa yang jauh di pusat kota bisa memenangkan lomba desa.

“Pengalaman saya pernah membina desa yang berada ditengah hutan, tapi bisa menang dalam lomba desa,” ujar Anton. Usai pembukaan acara penilaian lomba desa tingkat provinsi, Wabup melepas perlombaan speed landas dan lomba dayung. Dari penuturan warga setempat, Karyadi, potensi ikan desa Piasak memang cukup besar jika tiba musimnya, masyarakat mudah mencari ikan.

Sehingga tidak perlu mencari pekerjaan keluar desa, namun cukup mengelola ikan yang ada. Dengan adanya lapangan usaha masyarakat sebagai nelayan, maka kebutuhan otomatis terpenuhi, karena permintaan terhadap ikan lokal semakin meningkat. Selain itu, yang menjadi barometer penilaian adalah kekompakan masyarakat, warga piasak masih menjunjung tinggi budaya gotong royong. (*)