Profesional Gunakan ADD

Profesional Gunakan ADD

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:32
PERESMIAN: Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili membuka pintu sebagai tanda peresmian Balai Desa Semparuk. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS - Kepada seluruh aparat pemerintahan desa di Kabupaten Sambas, diharapkan profesional dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang diterimanya. Hal tersebut sebagai upaya mencegah pejabat di tingkat Desa tersangkut masalah hukum.

 
Hal tersebut ditegaskan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc saat meresmikan Balai Desa Semparuk Kecamatan Semparuk, Senin (1/8).

Bahkan dirinya mengingatkan bahwa dirinya akan memperhatikan terkait penggunaan anggaran desa tersebut.

“Point penting yang menjadi perhatian, karena desa memiliki pundi dana untuk membangun wilayahnya. Pemerintahan desa harus professional mengelola dana yang bergulir di desa,” kata Bupati Sambas.

Menurutnya, penggunaan dana desa, harus hati-hati agar tak sampai ada pihak yang tersangkut masalah hukum ke depannya. “Dalam pengelolaan dana desa, saya ingin semua kepala desa dan perangkatnya tidak ada yang tersangkut masalah hukum selama kepemimpinan saya. Itu harus didukung oleh pemerintahan desa dengan memberlakukan manajemen yang baik dalam pengelolaan anggaran tersebut,” katanya.

Orang nomor satu di Sambas ini juga berpesan. Dana desa, merupakan uang rakyat desa yang harus digunakan sebaik baiknya untuk kesejahteraan masyarakat desa. “Dana desa bukan uang kades ataupun perangkatnya. Tapi uang rakyat yang harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Artinya, sebut Bupati, dengan dana tersebut, desa secara mandiri harus mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup warganya. “Gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat desa. Harus transparan terkait penggunaannya. Dan harus mengacu pada aturan yang berlaku. Ingat, para pemerintahan desa harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” katanya.

Bupati Sambas juga meminta kepada unit kerja, terutama terkait dengan pencairan dana desa. Harus dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini untuk menghindari adanya pencairan pada momentum tertentu.

“Unit kerja terkait yang berhubungan dengan pencairan dana desa bisa. Diharapkan bisa menyalurkan dana pada waktu yang ditentukan. Sehingga tak terjadi lagi penyaluran atau pencairan dana desa menumpuk disatu momentum saja atau baru dicairkan pada saat mau menghadapi hari raya saja. Cairkanlah jika memang sudah waktunya,” katanya.

Kemudian kepada masyarakat, Atbah mengingatkan jangan bertindak menggiring Pemerintahan Desa atau Kades berbuat hal yang tidak patut atau penyelewengan. Warga harus bijaksana berbuat dan mendukung pemerintahan desa agar benar-benar berjalan sesuai aturan.

“Masyarakat jangan menggiring kepala desa untuk berbuat kesalahan. Masyarakat harus mendukung roda pemerintahan agar pemerintahan desa tidak korupsi,” katanya.

Dalam peresmian Balai Desa Semparuk. Bupati Sambas menggunting Pita. Kemudian membuka pintu balai desa didampingi Ketua BPM PD. Atbah meminta, adanya balai desa baru. Memberikan motivasi peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat terutama yang kurang mampu. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat mendoakan kades dan perangkatnya agar amanah dalam bertugas.(fah)

Berita Terkait