Prodia Centre of Excellence

Prodia Centre of Excellence

  Minggu, 23 Oktober 2016 10:02
FOTO BERSAMA: Foto bersama usai MoU Laboratorium Klinik Prodia dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan). IST

Perkuat Positioning dengan FK Untan

UNTUK mendukung penelitian kedokteran di Indonesia dan meningkatkan pemanfaatan sumberdaya antar lembaga, Laboratorium Klinik Prodia menantangani MoU dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, serta seminar ilmiah di Aula Amphiteather FK Untan, Jumat (21/10).

Acara diawali sambutan Presdir PT Prodia Widyahusada, Dr Dewi Muliaty Msi, dilanjutkan sambutan Rektor Untan diwakili Dekan FK Untan, dr Arif Wicaksono dan seremoni MoU. Acara dilanjutkan kuliah tamu oleh Dr Trilis Yulianti MKes dan dr Muhammad In’am Ilmiawan MBiomed. Kegiatan dihadiri 50 peserta, dari tim riset FK Untan, dosen FK Untan, mahasiswa Untan, dan dosen tidak tetap FK Untan.

Menurut Dr Dewi Muliaty, MoU tersebut kerja sama ke-25 antara Prodia dan perguruan tinggi kesehatan dalam pendidikan dan penelitian. “Ini untuk memperkuat positioning Prodia sebagai Centre of Excellence. Sejak awal didirikan oleh Drs Andi Wijaya dkk, Prodia komit jadi pusat unggulan ilmu kedokteran kesehatan, pelopor pemeriksaan laboratorium tes riset, serta pusat laboratorium penelitian kedokteran biomedis terbaik terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Kerja sama Prodia dan FK Untan dalam bidang pendidikan, pertukaran ilmu, baik menyediakan narasumber seminar layanan maupun aspek lain terkait penelitian dan managemen laboratorium klinik. “Prodia juga akan kirim dosen tamu untuk mata kuliah laboratorium kedokteran, biomedik, dan patobiologi penyakit. Mahasiswa yang ingin tahu Prodia lebih jauh, dapat berkunjung ke Laboratorium Prodia pada Tour The Prodia Labs. Bahkan mahasiswa yang tertarik praktek kerja, Prodia beri kesempatan magang,” paparnya.

Prodia membantu penyediaan sarana informasi dan literatur bagi fakultas kedokteran secara regular dan membantu pengerjaan pemeriksaan tes riset. “Prodia berharap kerja sama tersebut dapat memberi sumbangsih bagi perkembangan ilmu kedokteran di Indonesia, khususnya di Pontianak,” ujarnya.

Dekan FK Untan mengatakan, kerja sama memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa meningkatkan kualitas ke arah lebih baik. “Prodia yang memiliki master dan doktor dapat jadi dosen tamu di FK Untan. Bukan tidak mungkin ke depan, Lulusan FK Untan jadi dokter di Prodia,” tuturnya.

Laboratorium Klinik Prodia didirikan di Solo, 7 Mei 1973, oleh beberapa orang idealis berlatarbelakang pendidikan farmasi. Sejak awal, pendiri berkomitmen mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Komitmen itulah yang mengantarkan Prodia menjadi laboratorium klinik terbaik dan terbesar di Indonesia seperti sekarang, serta menjadi Pusat Rujukan Nasional. (d2/ser)