Prioritas Infrastruktur Dasar

Prioritas Infrastruktur Dasar

  Kamis, 25 February 2016 08:12
Gunawan

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Camat Batang Lupar Gunawan, S. Sos mengatakan, hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2016 ditingkat Kecamatan Batang Lupar disepakati beberapa usulan skala perioritas. “Perioritas pada infrastruktur dasar, seperti jalan-jembatan, pendidikan dan kesehatan serta listrik,” ujar Gunawan di Putussibau, Rabu (24/2)

Mengingat diwilayah Kecamatan Batang Lupar, Lanjak kondisi jalan dan jembatan belum memadai, seperti daerah penghubung Dusun Mangin dengan Desa Melemba. “Semua sudah terhubung dengan adanya pemukaan badan jalan, namun masih perlu peningkatan, misal dengan pengerasan,” katanya.

Kemudian dibidang pendidikan, rata-rata sekolah masih mengeluhkan kekurangan guru. Menurut Gunawan, penambahan guru sangat penting, untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) di Kecamatan Batang Lupar. “Selain kekurangan guru juga sarana prasarana pendidikan masih minim, fasilitas sekolah pada umumnya masih terbatas. Kemudian rumah dinas guru yang tidak memadai,” terang Gunawan.

Dia berharap, Pemkab Kapuas Hulu bisa mendukung dengan melakukan percepatan peningkatan SDM masyarkat disana. Sementara dibidang kesehatan juga masih terbatas, mulai dari tenaga medis hingga sarana-prasarananya. Untuk itu Gunawan berharap, Pemkab bisa memperhatikan persoalan itu. “Karena pelayanan kesehatan ini sangat penting,” ucapnya.

Terhadap persoalan tersebut, maka kata Gunawan penting SKPD terkait hadir dalam Musrenbang, hanya saja selama ini dari SKPD Dinas Pendidikan dan Kesehatan tak pernah hadir di Musrenbang Kecamatan Batang Lupar terutama dari pengambil kebijakan.

“Selama saya menjabat sudah empat kali Musrenbang, tapi tidak ada keterlibatan dari Dinas Kesehatan dan Pendidikan juga kalau turun bukan pengambil kebijakan. Padahal undangan ada,” kata Gunawan. Kemudian persoalan listrik, Gunawan mengakui di Kecamatan Batang Lupar hanya beberapa desa yang sudah teraliri listrik.

“Paling yang daerah jalur lintas yang teraliri listrik dari PLN. Yang udah tiga desa, sementara tujuh Desa sebagiannya sudah gunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) namun belum maksimal. Sehingga beberapa desa masih menggunakan lampu pelita,” ucapnya.

Usulan pengadaan listrik sudah beberapa kali dilakukan pihak kecamatan ke PLN, kemudian kata Gunawan diusulkan ke Pemda. “Namun mereka minta untuk listrik ini agar memanfaatkan sumber yang ada di daerah. Listrik udah sering diusulkan, dari usulan ada yang terkabul, seperti dusun Bakul dan Labian,” pungkasnya.(aan)

Berita Terkait