Prihatin Kasus Sleman

Prihatin Kasus Sleman

  Selasa, 19 April 2016 11:32
UJI MATERI: Wakil Sekertaris DPW PPP Kalimantan Barat, Ibnu Utomo saat uji materi UU RI di MK. ISTIMEWA

Berita Terkait

Desak Tangkap Pelaku

PONTIANAK-Kejadian penyerangan oknum tak dikenal pada simpatisan PPP di Sleman dengan menggunakan bom Molotov hingga menyebabkan Didin Bolewan tewas (17/4) membuat Wakil Sekertaris DPW PPP Kalimantan Barat, Ibnu Utomo prihatin.

Ia mendesak agar kepolisian setempat dapat mencari pelaku kejahatan ini.

 “Kita para kader di tingkat paling bawah memohon kepada kepolisian menyelidiki kasus ini. Apa motif pelaku hingga melakukan tindakan ini, sehingga satu orang meninggal,” ungkapnya, Senin (18/4).

Diketahui, kejadian tersebut terjadi usai dua simpatisan ini mengikuti tabligh akbar. Usai kegiatan, dua simpatisan diserang oleh orang yang tidak dikenal. Pelaku menyerang dengan menggunakan bom molotov. Usai melakukan tindakan keji itu, pelaku melarikan diri.

“Satu orang meninggal dunia karena perbuatan itu. saya turut berduka, semoga si pelaku dapat ditemukan,” ujarnya.

Kejadian ini desak Ibnu harus cepat dicari pelakunya. Ia ingin ke depan tidak ada kejadian seperti ini, apalagi hingga membuat nyawa seseorang meninggal. Menurut Ibnu, apakah mungkin kejadian ini ada hubungannya dengan carut marut PPP. Sebenarnya persoalan PPP antara dua kubu telah selesai. Putusan MA 601 sudah menjelaskan bahwa sengkarut PPP beberapa waktu lalu berakhir. Namun kenyatannya, putusan hukum itu tidak dijalankan. Turut campurnya Menteri dalam urusan kepartaian justru membuat persoalan ini tak kunjung selesai. Kenapa hukum tidak dipatuhi, padalah jelas putusan tersebut telah keluar.

“Jangan salahkan para penjahat, koruptor dan orang yang bermasalah dengan hukum menafsirkan hukum sendiri. Jika semua persoalan dibuat seperti ini, bukan tak mungkin akan timbul persoalan baru di Indonesia,” tegasnya.

Apa mungkin persoalan ini akan didiamkan. Wapres justru membangun argumentasi, bahwa persoalan PPP sengaja tidak di tindaklanjuti. Ini tidak baik bagi stabilitas nasional. “Kita juga berharap apa yang terjadi di Sleman, tersebut tidak melebar apalagi sampai ke Kalbar. Perlu kedewasaan dalam menyelesaikan setiap masalah,” tegasnya.  Dia mencontohkan, apa yang dilakukan SBY yang tidak mengizinkan take said dan tidak mengizinkan menteri ikut campur dalam urusan konflik partai adalah benar. (iza)

Berita Terkait