Prihatin Kasus Pembunuhan Anak Kandung

Prihatin Kasus Pembunuhan Anak Kandung

  Rabu, 10 Agustus 2016 10:16
Rusman Ali

Berita Terkait

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengaku sangat prihatin atas kasus pembunuhan anak kandung yang terjadi di Dusun Banyumanik, Desa Sui Radak I, Kecamatan Teretang, kemarin.

 
Seperti diberitakan sebelumnya, Riani bayi yang baru berusia tujuh bulan akhirnya meninggal setelah dibacok oleh Rianto yang tak lain ayah korban. Pelaku juga melakukan penganiayaan kepada sang istri, Painem, beruntung jiwanya masih bisa diselamatkan. Selain mengalami luka pada lengan, bahu dan wajah, akibat sabetan parang, empat jari tangan Painem putus dan hingga saat ini masih dirawat di RSUD Soerdarso.

“Kasus pembunuhan anak kandung ini disertai dengan upaya membunuh sang istri ini merupakan salah satu bentuk dari krisis moral. Agar kasus serupa tidak kembali terjadi saya berharap sejak awal semua pihak bisa bersama-sama melakukan antisipasi dengan membentengi diri,” papar Rusman Ali.

Menurutnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah kasus kriminal termasuk krisis moral di masyaralat seperti dengan bersama-sama meningkatkan kualitas ibadah dan berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.

Rusman Ali mengatakan bahwa krisis moral dan krisis kepercayaan sudah mulai melanda masyarakat saat ini. Sehingga semakin banyak terjadi anarkisme dan kekerasan baik dalam rumah tangga maupun ditengah masyarakat. Dia menilai hal tersebut harus dikendalikan dengan program-program inovatif dari pemerintah. Jika moralitas yang bersangkutan tidak terganggu dan kehidupan keagamaanya baik tidak mungkin bisa melakukan tindakan sekeji itu.

“Itulah sebabnya saya dan pemerintah Kubu Raya mengharuskan anak-anak sejak dini terus meningkatkan kegiatan keagamaan di dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seperti dengan membiasakan para pelajar muslim  untuk menghafal surah-surah pendek di sekolah.

“Bagi masyarakat non muslim aktivitas peningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan di sekolah bisa menyesuaikan sesuai dengan ajaran agama masing-masing,” jelasnya.

Upaya membiasakan pelajar untuk mengasah kualitas moral, keimanan dan ketakwaan menjadi lebih baik merupakan salah satu langkah pemerintah daerah setempat dalam  membentengi masyarakat dari berbagai tindakan negatif.

“Jika seseorang memilki fondasi keimanan dan moral yang baik, seberat apapun masalah yang dihadapinya mesti dia ingat dengan Tuhannya dan tidak akan melakukan tindakan-tindakan keji seperti kasus pembunuhan anak kandung terjadi di Terentang beberapa waktu lalu,” kata Rusman Ali.

Rusman Ali menilai semua pihak, harus menyadari bahwa sedikit banyak perkembangan teknologi saat ini dapat mempengaruhi pergaulan masyarakat bahkan hingga di desa-desa. Dan jika tidak dibentengi sejak dini, tidak bisa dibayangkan seperti apa nanti generasi kedepan.

“Dengan mengharuskan anak-anak menghafal surah-surah pendek dan belajar berdoa di sekolah akan sedikit banyak juga berdampak bagi pertumbuhan anak-anak di sekolah, di masyarakat dan di rumah,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait