Prestasi Pelajar SMP Gembala Baik Program Bilingual

Prestasi Pelajar SMP Gembala Baik Program Bilingual

  Kamis, 29 Oktober 2015 09:17
JUARA: Dua pelajar SMP GB Program Bilingual yang meraih gelar juara pada dua perlombaan, belum lama ini.BUDI MIANK/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Dua pelajar SMP Gembala Baik Program Bilingual kembali menorehkan prestasi bagi sekolahnya. Yughie Yunior Alvadivia berjaya dalam Science Competition. Sementara Yovita Clara mencatatkan namanya sebagai kampiun melukis poster bertajuk perdamaian. Talenta anak muda Pontianak yang sungguh membanggakan.BUDI MIANK, Pontianak

PAGI itu, Yughie dan Yovita sumringah. Dua pelajar beda kelas itu pantas bergembira. Mereka baru saja mencatatkan namanya sebagai kampiun dalam dua lomba yang berbeda. Yughie berhasil memenangi Science Competition tingkat SMP/sederajat se-Kalimantan Barat, yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika (HMPF) FKIP Universitas Tanjungpura 2015. Ia juga satu, sehingga membawa pulang trofi, juga piala bergilir Rektor Untan.“Ini hasil dari kerja keras yang terus menerus berlatih. Satu minggu sampai tiga kali latihan,” kata remaja yang duduk di kelas sembilan tersebut.|
Yughie menceritakan, pada tahap final kompetisi sains itu dibagi tiga babak, yakni mengerjakan pilihan ganda, mengerjakan soal-soal esai, dan presentasi yang berupa menjawab pertanyaan secara lisan. Ada lima dari sekitar 60 peserta, yang ikut kompetisi, yang lolos pada babak final tersebut.“Saya agak gugup pada babak presentasi. Soalnya khawatir salah menjawab karena dijawab secara lisan. Tapi bersyukur semua itu bisa terlewatkan, dan saya berhasil membawa pulang trofi,” kata Yughie.

Yughie sudah mulai mengikuti perlombaan mata pelajaran sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia mengikuti lomba mata pelajaran matematika, yang menempatkannya sebagai kampiun juga. “Saya ingin terus belajar. Ingin ikut terus perlombaan-perlombaan itu. Ini untuk memperkaya pengetahuan saya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan sains,” katanya.Guru pendamping Yughie, Hutanto mengatakan, sekolahnya mengirim siswa untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten/kota. “Waktu itu tidak menang. Hanya masuk sepuluh besar. Tetapi, peserta yang masuk sepuluh besar dikirim ikut lomba tingkat provinsi. Inilah hasilnya,” kata Hutanto menunjuk dua trofi yang bisa dibawa pulang oleh anak didiknya.

Pihaknya terus memotivasi siswanya agar memberikan yang terbaik dalam setiap kompetisi. “Kami fokus pada latihan soal. Namun ditambah penjelasan-penjelasan sekiranya masih ada yang belum dimengerti oleh siswa,” ungkapnya.Hutanto berharap, prestasi yang diraih siswanya sekarang bisa dipertahankan, bahkan bisa menjadikan trofi bergilir itu menjadi piala tetap. “Tetap perlu kerja keras untuk mempertahankan apa yang telah kami raih sekarang ini,” ujarnya.Jika Yughie menang dalam lomba sains, beda halnya dengan Yovita Clara. Remaja perempuan yang duduk di kelas tujuh ini menjadi pemenang dalam lomba melukis poster bertemakan perdamaian, untuk kategori usian 11-13 tahun, yang digelar oleh Lions Club 2015 di Pontianak.

Yovita melukis banyak tangan yang melepas burung merpati. Masing-masing burung merpati itu membawa bendera sejumlah negara. Merpati sebagai simbol perdamaian, sementara bendera sejumlah negara sebagai simbol keberagaman. “Kaget setelah diumumkan sebagai pemenang. Lukisan saya sederhana saja. Gambarnya hanya abstrak dan realis,” kata Yovita, kemarin.Ia mengaku sudah menggeluti aktivitas melukis sejak masih sekolah dasar. Saat SD, Yovita telah dua kali mengikuti lomba lukis. Begitu juga ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama, sudah dua kali juga mengikuti lomba melukis. “Saya lahir dari keluarga yang berminat pada seni ini,” katanya.

 Guru pendamping Yovita, Fransiskus Xaverius Nyalaturi Palaunsoeka mengaku senang atas usaha anak didiknya yang membuahkan hasil. “Ini kerja keras anak-anak,” katanya.Menurut Frans, internal sekolah ada bimbingan minat dan bakat terhadap pelajar, termasuk seni lukis. Karena itu, ketika ada peluang ikut lomba melukis bertajuk perdamaian ini, pihaknya berdiskusi dengan anak terkait tema yang diperlombakan.“Idenya dari anak sendiri. Kami, para guru, hanya mengarahkan dan membimbingnya agar bisa memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.Kepala SMP Gembala Baik Mengki Gunawan memberikan apresiasi terhadap prestasi pelajarnya. “Ini usaha bersama anak-anak dan para guru pembimbing. Saya berharap, apa yang diraih sekarang ini bisa dipertahankan, tentu saja ditingkatkan,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait