Presiden Tiongkok Minta Donald Trump Menjaga Mulutnya

Presiden Tiongkok Minta Donald Trump Menjaga Mulutnya

  Sabtu, 12 Agustus 2017 18:51
PERANG KATA: Donald Trump ditemani Menlu AS Rex Tillerson (kiri) dan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley saat jumpa pers. (Reuters)

Berita Terkait

Saling ancam dan berkomentar pedas terus saja terjadi antara Amerika dengan Korea Utara. Kali ini Trump yang giliran meluapkan emosinya. Dia mengingatkan Korut untuk menerima masalah amat sangat besar jika mereka nekat menyerang kawasan teritorial AS di Guam.

”Saya berjanji, teritorial itu akan sangat aman. Yakinlah,” katanya di resor golfnya di Bedminister, New Jersey, AS. Tak hanya itu, Trump mengatakan AS akan memberlakukan sangsi tambahan yang lebih besar kepada Korut.

Kedua belah pihak yang seolah tidak mau kalah itu sebenarnya membuat negara-negara yang berhubungan dengan AS dan Korut merasa tidak nyaman. Pasalnya, itu meningkatkan ketegangan tidak hanya kepada AS. Namun juga untuk mereka.

Presiden Tiongkok Xi Jinping salah satunya. Xi sudah melakukan pembicaraan langsung dengan Trump membahas mengenai Korut. Dan, orang nomor satu di Tiongkok itu meminta Trump menjaga mulutnya. ”Semua ini harus diselesaikan dengan damai. Hindari perang kata dan aksi yang meningkatkan ketegangan,” ulas stasiun TV nasional Tiongkok.

Xi juga menegaskan kalau Tiongkok dan AS memiliki niat yang sama mengenai masalah bebas nuklir dan mempertahankan kedamaian di Semenanjung Korea. Sebelumnya AS menyindir Tiongkok karena tidak melakukan apa pun mengenai Korut. Padahal, AS menyakini Tiongkok bisa melakukan yang lebih.

Memang, Trump rajin melontarkan sindiran keras kepada Korut. Selain via jumpa pers, dia aktif memposting komentarnya di Twitter. Pada Selasa (8/8), Trump mengatakan agar Korut tidak lagi melayangkan ancaman kepada AS. ”Atau mereka akan menghadapi api dan kemarahan yang tidak pernah dilihat dunia sebelumnya.”

Pun pada Rabu (9/8), Trump mengatakan kalau program nuklir arsenal AS sangat kuat. Pernyataan itu semacam peringatan terselubung kalau AS tidak takut dengan Korut. (*)

Berita Terkait