Presiden Janji Pangkas Birokrasi

Presiden Janji Pangkas Birokrasi

  Sabtu, 16 April 2016 09:52
PANGKAS IZIN: Presiden Joko Widodo berfoto bersama dengan rombongan Kadin di Istana Negara, kemarin. Jokowi berjanji untuk memangkas proses birokrasi yang menghambat dunia usaha, terutama UMKM. SANTYSO FORPONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Presiden Joko Widodo menjanjikan akan berupaya untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia. Caranya adalah dengan memberikan insentif perizinan bagi para pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya. Hal ini disampaikannya saat menerima rombongan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan Oesman Sapta dan Ketua Umum Eddy Ganefo, di Istana Negara kemarin (15/4). Turut serta pula ketua-ketua kadin daerah dari berbagai provinsi se-Indonesia.

“Presiden menyebut Indonesia memerlukan banyak pengusaha untuk menjadi negara maju. Untuk mendongkrak itu, maka UMKM harus diberdayakan. Agar bisa tumbuh, UMKM akan diberi kemudahan dalam perizinannya. Tentu saja Kadin Kalbar menyambut baik hal ini,” ujar Ketua Kadin Kalbar, Santyoso Tio kepada Pontianak Post.

Disebutkan dia, Jokowi akan menghapus setidaknya 3000 peraturan daerah yang selama ini membuat dunia usaha terhambat. Selain itu, Presiden akan memangkas setidaknya 2000-3000 peraturan di tingkat pusat.

“Presiden melihat banyak peraturan yang tidak efektif, efisien dan saling tumpang tindih. Sehingga menghambat iklim usaha dan memmbuat roda perekonomian berjalan lambat. Masyarakat dari bawah sampai atas selama ini memang mengeluhkan banyaknya izin yang tumpang tindih, berbelit dan makan waktu panjang,” tukasnya.

Santyoso menyebut Kadin Kalbar akan mendukung penuh rencana Presiden tersebut. Selama ini, kata dia, UMKM susah tumbuh lantaran faktor perizinan, di samping modal. “Bayangkan sudah disuruh bikin Amdal, bikin HO lagi (izin gangguan). Belum lagi harus minta surat ke kelurahan, dan lain-lain. Satu izin butuh berbagai macam syarat, yang sebenarnya bisa diefisiensikan,” sebutnya.

Dia juga mengatakan Presiden berkomitmen untuk menggenjot sektor infrastrukur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalbar. Menurutnya, Jokowi sudah menunjukan prestasinya dengan memulai berbagai proyek-proyek infrastruktur yang ke depannya akan meningkatkan daya saing Indonesia.

Sementara itu, lanjut Santyoso, kedatangan Kadin ke kantor Presiden Jokowi juga untuk melaporkan hasil Munas Kadin beberapa waktu lalu. Selain itu Kadin juga memberikan informasi keterlibatan Kadin yang dalam pembangunan ekonomi nasional. (ars)

Berita Terkait