Prediksi Ribuan Warga Belum Miliki Akta Nikah

Prediksi Ribuan Warga Belum Miliki Akta Nikah

  Jumat, 29 July 2016 09:30
AKTA NIKAH: Secara simbolis, Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menyerahkan akta nikah dan akta kelahiran bagi perwakilan pasutri yang mengikuti isbat nikah gratis di Kubu Raya. Ashri isnaini/Pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Meski belum terdata, namun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kubu Raya, memprediksi hingga sekarang terdapat ribuan pasangan suami istri (Pasutri) yang belum memiliki akta nikah.

“Karena belum memiliki akta nikah, otomatis pasangan suami istri tersebut juga belum memiliki akta kelahiran bagi anak-anaknya,” kata Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kubu Raya, Adriansyah, Kamis (28/7) disela-sela kegiatan isbat nikah di Kantor Camat Sungai Raya.

Untuk melegalkan status pernikahan para pasutri yang belum memiliki akta nikah tersebut, sejak tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Pengadilan Agama Mempawah dan sejumlah pihak terkait lainnya melakukan sidang isbat nikah di sejumlah titik di Kubu Raya.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan isbat nikah gratis ini akan memudahkan para pasutri dalam melegalkan status perkawinannya dan mendapatkan akta nikah,” kata Adriansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama sejumlah instansi terkait lainnya memfasilitasi isbat nikah gratis sekaligus pembuatan akta kelahiran gratis bagi 60 pasangan suami istri di Kubu Raya. “Pada kegiatan kali ini terdapat 30 pasutri umat Islam dan 30 pasutri dari ummat Budha yang mengikuti isbat nikah gratis ini,” terangnya.

Penyelenggaraan isbat nikah bagi pasutri yang beragama Islam dilakukan di Kantor Camat Sungai Raya, sedangkan bagi umat Budha di pusatkan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Untuk isbat nikah gratis ditargetkan Adriansyah bisa rampung dilakukan dalam waktu satu hari, sedangkan pembuatan akta kelahiran ditargetkan paling lama hingga satu minggu kedepan. “Kalau ditotal jumlah akta kelahiran yang harus kami buat dari 60 pasangan suami istri ini ada sekitar 200 akta kelahiran. Karena cukup banyak jadi kami upayakan bisa rampung dikerjakan hingga satu mingguan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Mempawah, Wan Jofrizal mengatakan setiap tahun pihaknya akan terus meningkatkan jumlah pasangan yang mengikuti sidang isbat nikah. “Sepanjang tahun 2015 lalu terdapat sekitar 150 pasangan suami istri yang mengikuti isbat nikah, di tahun 2016 ini kami targetkan minimal terdapat sekita 300 pasutri yang mengikuti isbat nikah,” jelas Wan Jofrizal.

Cukup luasnya wilayah Kabupaten Kubu Raya membuat pihak Pengadilan Agama Mempawah melakukan beragam upaya mempermudah masyarakat Kubu Raya agar bisa mengikuti isbat nikah. “Jadi tidak hanya terfokus di Kecamatan Sungai Raya, kedepan jika ada permintaan dari Kecamatan Batu Ampar, Kubu, Terentang dan kecamatan lainnya untuk melakukan isbat nikah, Insya Allah kami siap melakukan upaya jemput bola melakukan isbat nikah dimasing-masing kecamatan,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menegaskan kedepan akan terus meningkatkan kegiatan isbat nikah di Kubu Raya. “Isbat nikah yang kami lakukan ini merupakan salah satu bentuk kesungguhan Pemerintah Kubu Raya dalam memberikan pelayanan dan menjamin masyarakat Kubu Raya patuh dan tercatat dalam catatan sipil agar semua pernikahan masyarakat khususnya diluar pernikahan agama islam tercatat dengan baik dan sah secara hukum dan secara agama,” paparnya.

Rusman Ali menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ingin menjamin masyarakat kita secara hukum administratif dan catatan sipil. “Ini penting karena tanpa pernikahan yang tercatat secara hukum dan tercatat dalam lembaran catatan sipil akan memudahkan masyarakat kita dalam mengurus administrasi lainya. Ini juga sekaligus sebagai jaminan bagi kelangsungan hidup anak-anak mereka nantinya,” ungkapnya.

Salah satu peserta isbat nikah, Siti Jubaidah (36) mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti isbat nikah gratis. “Sejak menikah 18 tahun lalu saya dan suami memang belum memiliki akta nikah, karena kala itu kami tidak memiliki uang lebih. Makanya kami menikah secara sederhana saja,” ungkapnya.

Warga Desa Mekar Sari ini bersyukur karena saat ini dirinya bersama sang suami telah memiliki akta nikah. “Alhamdulillah sekarang kami sudah memiliki akta nikah, jadi sudah tercatat di Pengadilan Agama dan Disdukcapil sehingga untuk mengurus kelengkapan administrasi kependudukan lainnya termasuk akta kelahiran anak juga menjadi lebih mudah,” ungkapnya.

Lantaran mengaku di desanya masih cukup banyak warga yang belum memiliki akta nikah, istri dari Samiri ini berharap kegiatan isbat nikah bisa terus dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi pasutri mendapatkan akta nikah. (ash)

Berita Terkait