Prabasa Kembali Pimpin MKGR Kalbar

Prabasa Kembali Pimpin MKGR Kalbar

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Berikan Pupuk ke Petani Semparuk

SAMBAS – Paska terpilih sebagai Ketua DPD Ormas Musyawarah Kerja Gotong Royong (MKGR) Provinsi Kalimantan Barat, Ir H Prabasa Anantatur MH yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi Partai Golkar. Langsung berikan pupuk kepada kelompok tani di Desa Singa Raya Kecamatan Semparuk.

Ir H Prabasa Anantatur MH, terpilih ketika digelar Musda Ormas MKGR Kalbar di Hotel Pantura Sambas. Dan H Irvan Masyad diamanahkan sebagai sekretaris. Keduanya yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi Partai Golkar akan dilantik di Pontianak, yang rencananya dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto dan Ketua Umum DPP MKGR, Roem Kono.

Dalam penyerahan pupuk ke petani. Ketua Panitia kegiatan, Minhad Zulpan mengatakan apa yang dilakukan Ir H Prabasa Anantatur MH merupakan rangkaian acara Musda Ormas MKGR ke VI.

“Setelah terpilih, Prabasa Anantatur memberikan 50 karung pupuk jenis urea kepada petani. Dan ini adalah bukti nyata jika ormas MKGR dan Partai Golkar hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kapolsek Semparuk, tokoh agama dan masyarakat serta para petani dan masyarakat. Kepala Desa Singa Raya, Irvan memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan MKGR.

“Pupuk bantuan ini, akan dibagikan kepada Kelompok Tani Gelimang 2, Lestari dan Harmoni d Desa Singa Raya. Dengan harapan, membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi pertaniannya masing-masing,” katanya.

Ketua DPD Ormas Musyawarah Kerja Gotong Royong (MKGR) Provinsi Kalimantan Barat terpilih, Ir H Prabasa Anantatur MH mengatakan selain sebagai Ketua MKGR. Kegiatan ini adalah upaya menyerap aspirasi masyarakat, khususnya petani di Semparuk.

“Kita sangat optimis, dengan semua memperhatikan petani. Sambas dan umumnya Kalimantan Barat bisa swasembada pangan. Khususnya Sambas, harus menjadi daerah yang hebat dalam dunia pertanian,” katanya.

Tentu saja, hal ini harus didukung. Termasuk perbaikan infrastruktur pertanian yang ada. “Harus diperhatikan masalah infrastruktur pertanian dan pendukung lainnya,” katanya. (ser/fah)

Berita Terkait