PPDB On Line Jadi Barometer Nasional

PPDB On Line Jadi Barometer Nasional

  Jumat, 29 July 2016 09:30
PELATIHAN: Pelaksanaan pelatihan bank soal dan ujian tes on line.

Berita Terkait

DINAS Pendidikan Kota Pontianak terus berupaya memberi layanan terbaik di bidang pendidikan. Sekolah gratis, pembangunan gedung sekolah baru dan pengelolaan website Dinas Pendidikan merupakan beberapa inovasi yang dilakukan, agar layanan pendidikan semakin baik. Selain itu, Dinas Pendidikan juga jadi barometer PPDB on line.       

 
Di bawah kepemimpinan Dr H Mulyadi MSi, Dinas Pendidikan banyak menorehkan prestasi. Penghargaan Kihajar Award oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan best practice penataan guru pendidikan dasar yang diperoleh jadi gambaran, bahwa kinerja Dinas Pendidikan dalam tata kelola pendidikan di Pontianak semakin baik. “Banyak sudah yang kita lakukan untuk majukan pendidikan di Pontianak. Penerimaan melalui PPDB on line yang kita mulai sejak 2010 rupanya dapat apresiasi. Atas keberhasilan itu, kita sering diundang untuk memaparkan cara kerja PPDB on line, untuk dilihat kabupaten/kota lain se Indonesia,” terang pria kelahiran 21 April 1964, itu kepada Pontianak Post.

Dijelaskan mantan Kadispora, pengembangan pembelajaran berbasis IT dan pengelolaan website sampai pembuatan segala macam pembelajaran yang diperuntukkan untuk guru dan murid, terbukti efektif. Sekolah-sekolah juga diberi layanan internet untuk memudahkan melihat data tiap sekolah. Untuk schoolmap lanjutnya juga termasuk baik. “Melalui web kita bisa lihat kondisi nyata tiap sekolah tanpa harus mengunjungi sekolah tersebut, dengan catatan sekolah harus selalu meng up date datanya. Dengan inovasi ini, banyak pihak luar Kalbar kunjungan ke Pontianak, mereka menanyakan website Diknas yang dipandang cukup baik,” terang calon kuat Sekda Pontianak.

Pengembangan bank soal berbasis on line, lanjut mantan Kepala Perpustakaan Daerah Pontianak, terus dilakukan pembaruan. Soal-soal yang telah masuk di bank soal nanti dapat diakses pelajar sebagai bahan pembelajaran. Harapan ke depan, seluruh sekolah bisa melaksanakan ujian nasional dengan menggunakan sistem komputer. Menurutnya, bank soal dapat jadikan sarana belajar efektif.

Untuk melihat data guru di Pontianak, jelasnya, bisa dilakukan dengan membuka website Dinas Pendidikan. Dengan begitu, menurut Mulyadi, akan ketahuan apakah Kota Pontianak kekurangan guru atau justru kelebihan. Agar kinerja tenaga pendidik di Pontianak semakin profesional, pihaknya melakukan pemetaan guru dengan ujian kompetensi tiap bidang guru yang akan dilakukan tahun ini. Dari hasil tersebut lanjutnya, akan diketahui kemampuan masing-masing guru. “Dengan begitu, saya yakin pendidikan di Pontianak semakin baik,” ucap mantan kepala sekolah yang pernah meraih penghargaan oleh Menteri Pendidikan.

Pemberlakukan aturan tidak melaksanakan MOS, menurut dia, Kota Pontianak telah memberlakukannya beberapa tahun lalu, sebelum adanya larangan pemerintah pusat. Jadi, murid baru langsung masuk ke tahap pengenalan sekolah dan tidak melibatkan anak OSIS. Interaksi antara murid baru dan kakak kelasnya akan terjadi saat kegiatan ekstrakulikuler. Dengan begitu perploncoan tak akan terjadi.

Untuk sarana prasarana pendidikan Kota Pontianak terus dilakukan. Tahun ini pembangunan SMPN 13 selesai, kemudian ada dua SMPN baru di Pontianak Utara. Upaya melengkapi sarana prasarana sekolah juga dilakukan. Intinya sekolah di Pontianak kini lebih baik. Pembangunan sekolah baru juga diperhitungkan dengan keberadaan sekolah swasta. Jangan sampai pembangunan sekolah baru menutup sekolah swasta.

Untuk prestasi siswa Pontianak, juga tak kalah dengan siswa dari Pulau Jawa. Beberapa waktu lalu dikatakan lulusan S3 Unversitas Negeri Jakarta, pelajar SMA meraih prestasi internasional dalam ajang olimpiade di Brazil.  Prestasi SMK juga tak kalah mentereng. “Mereka (SMK) selalu juara dalam lomba bidang tertentu. Artinya, pretasi SMK di Pontianak lumayan baik,” ucapnya.  

Dia berharap, ke depan Dinas Pendidikan terus melakukan inovasi untuk perbaikan. Bagi kepala sekolah, guru dan pelajar Pontianak dapat meraih lebih banyak prestasi baik di tingkat nasional dan internasional, baik akademik dan non akademik.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin melihat kinerja Dinas Pendidikan Kota Pontianak, selama di pimpin Mulyadi, banyak menunjukkan peningkatan-peningkatan di berbagai sisi. Pengelolaan pendidikan berbasis IT, sampai penerimaan siswa baru dengan sistem on line merupakan inovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan. Belum lagi pendirian sekolah baru dengan tenaga pendidik yang profesional di rasa Satar sapaannya, ke depan pendidikan di Pontianak semakin baik. Menurutnya, cermin pendidikan Pontianak semakin baik, dapat dilihat dengan banyaknya torehan prestasi pelajar Pontianak tingkat nasional dan internasional. “Berbagai prestasi yang ditorehkan pelajar Pontianak sebenarnya sudah menjadi bukti, bahwa pendidikan kita semakin baik dari tahun ke tahun,” terangnya.

Atas prestasi di dunia pendidikan, Mulyadi juga masuk tiga besar kandidat calon Sekda Pontianak. Siapapun yang terpilih jadi Sekda, pasti merupakan orang yang mampu membuat Pontianak ke depan semakin maju.(**)

Berita Terkait