Power Bank Dilarang dalam Penerbangan

Power Bank Dilarang dalam Penerbangan

  Rabu, 14 September 2016 13:18

Berita Terkait

DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Udara-Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE.18 tahun 2016 yang ditujukan kepada seluruh kepala kantor otoritas bandar udara tentang Baterai Lithium, Power Bank dan Smartphone Samsung Galaxi Note 7.

Surat Edaran ini ditetapkan tanggal 13 September 2016 dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprastyo.

Hal ini berkaitan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan.

Dimana badan usaha angkutan udara dan perusahaan angkutan udara asing menginstruksikan agar pertama, penumpang dan personel pesawat udara untuk menonaktifkan (termasuk tidak menggunakan flight mode) dan tidak mengisi ulang (rechanger) baterai Smartphone Samsung Galaxi Note 7, baik menggunakan pawer bank atau sumber tenaga lain yang ada dalam pesawat udara.

Dua, ‎meminta dengan sangat kepada penumpang dan personel pesawat udara untuk tidak menempatkan bateri lithium, Power bank dan Smartphone Samsung Galaxi Note 7 dalam bagasi tercatat.

Ketiga, mengingatkan penumpang untuk segera menginformasikan kepada personel kabin apabila baterai lithium, Power bank dan Smartphone Samsung Galaxi Note 7 mengalami kerusakan, panas, mengeluarkan asap atau hilang di dalam pesawat udara.

Keempat, Menginformasikan ketentuan sebagaimana ‎dimaksud pada butir 1, butir 2, dan butir 3 kepada seluruh penumpang.

Seperti diketahui, sejumlah maskapai nasional langsung melarang pengunaan Samsung Galaxy Note 7 sebagai reaksi atas pengumuman dari otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA).
Minggu lalu, FAA memasukkan peringatan khusus mengenai Galaxy Note 7 dalam laman infrormasi “barang berbahaya” di pesawat.

Sebelumnya, sebanyak 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 ditarik dari pasaran (recall) karena masalah pada baterai. Di sejumlah negara, banyak peristiwa smartphone tersebut mendadak terbakar. ‎

Kemenhub mengimbau agar operator atau maskapai penerbangan, para pilot dan awak pesawat, operator bandara dan pengelola jasa bandara lainnya agar sepenuhnya mematuhi peraturan barang berbahaya dan beracun serta instruksi teknis International Civil Aviation Organization (ICAO).(arf)

 

Berita Terkait