Potensi Zakat Kalbar Rp1 Triliun

Potensi Zakat Kalbar Rp1 Triliun

  Kamis, 20 Oktober 2016 09:30
BEASISWA: Sekda Kalbar Zeet Hamdy Assovie menyerahkan bantuan beasiswa dari Baznas Kalbar kepada salah satu perwakilan penerima beasiswa SD. ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkirakan potensi zakat umat Islam di Kalbar bisa mencapai Rp 1 trilyun per tahun. Agar dapat terealisasi, semua lembaga yang berhubungan dengan zakat dan sedekah harus satu komdando ke Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kalbar. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie, usai memberikan penyerahan zakat dan piagam penghargaan Baznas Kalbar 2016, di Aula Masjid Raya Mujahidin, Rabu kemarin.

“Gubernur pernah menyampaikan bahwa potensi zakat umat Islam besar. Kita sudah hitung secara kasat mata. Potensi dari zakat ini bisa mencapai Rp1 triliun pertahun di Kalbar,” terangnya.

Ia menyadari, Baznas belum bisa merealisasikan karena tugas itu memang berat. Butuh penguatan dalam struktur organisasi, baik pada SDM, sistem kerja sampai penguasaan teknologi harus dimaksimalkan. Lainnya, semua organisasi yang mengurusi zakat dan sedekah harus satu komando, yaitu ke Baznas Kalbar. 

Baznas dijelaskan Zeet, adalah lembaga resmi dibentuk negara berdasarkan UU. Gubernur melakukan seleksi dan penetapan dengan keputusan Gubernur. Artinya kata Zeet, masyarakat tak perlu ragu dengan lembaga ini, karena Baznas satu-satunya lembaga yang diandalkan dalam penyerahan zakat dan sedekah. 

Zeet melihat ada dinamika. Kenapa, karena sebagian masyarakat memberi zakat dan sedekah pada lembaga penghimpun zakat selain Baznas. Memang ini tidak bisa dipersalahkan. Karena lembaga tersebut dibentuk untuk menghimpun zakat. “Saat ini hanya perlu sinergisitas saja. Jika bersinergi ke dalam Baznas, maka pemerintah juga memudahkan pemerintah, karena semua berjalan satu komando. Jika itu berjalan kita bisa audit dan diumumkan ke media terkait kemana penyaluran dananya,” ungkapnya.

Jika semua bisa dilakukan, potensi besaran zakat di Kalbar yang diperkirakan Rp 1 trilyun itu bisa dihimpun. Jikapun tak sampai segitu, mungkin separoh dari itu bisa dikejar. “Jika sudah  satu komando, barulah kita petakan dan kita susun strategi untuk langkah ke depannya,” terangnya. 

Zeet menjelaskan masih banyak orang susah di Kalbar dan harus dibantu. Coba lihat orang yang memerlukan bantuan untuk biaya rumah sakit, sekolah, ingin bekerja, mulai usaha dan seterusnya tak sedikit. Angka kemiskinan pengangguran yang rerata 5 persen kalau dikalkulasikan dengan 5 setengah juta penduduk itu bukan jumlah sedikit. “Ada 250 ribu orang masih memerlukan perhatian kita,” ucapnya.

Bahkan tambah Zeet, di Kalbar tak sedikit pengusaha berpenghasilan Rp 100 milyar per bulan. Melalui Baznas diharapkan dapat melakukan pendekatan agar ke depan mereka mau menginfakkan sedikit hartanya. “Di Islam, sebagian pendapatan kita ada hak orang. Memang bentuknya bukan seperti pajak, kalau pajak kita enak bisa dipaksa oleh negara. Kalau ini kembali kesadaran. Tapi kalau orang Islam jika tak zakat akan gelisah,”terangnya.

“Saya imbau bagi masyarakat yang sudah dilimpahkan rezeki yang banyak jangan lupa bersedekah karena di dalam harta anda ada hak orang lain, ada harta orang miskin,” sambungnya.(iza) 

 

Berita Terkait