Potensi Wisata yang Belum Tergarap

Potensi Wisata yang Belum Tergarap

  Rabu, 30 March 2016 10:01
INDAH: Pantai Tengkuyung Kecamatan Teluk Pakedai Kubu Raya salah satu potensi wisata yang belum digarap maksimal. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pantai Tengkuyung yang terletak di Desa Sungai  Nibung Kecamatan Teluk Pekedai merupakan salah satu potensi wisata di Kubu Raya. Meski setiap harinya puluhan warga lokal dan puluhan warga desa tetangga datang untuk liburan ke pantai ini, namun masih kurangnya promosi membuat pantai dengan panjang sekitar 1,1 kilometer ini belum dikenal masyarakat luar. Ashri Isnaini, Teluk Pakedai

MENGGUNAKAN speedboat, Sabtu (26/3) pagi sekitar pukul 8.00 lalu Pontianak Post berkesempatan mengikuti rombongan pemberdayaan masyarakat pesisir Coastal Community Development (CDDP IFAD) Dinas Kelautan dan Perikanan Kubu Raya menyambangi Pantai Tengkuyung. Sebelumnya warga lokal menyebut pantai ini dengan nama Pantai Paloh, namun karena banyak yang mengira Pantai Paloh berada di Kabupaten Sambas beberap waktu terakhir sebagian warga desa mengubah nama pantai menjadi Pantai Tengkuyung.

“Awalnya saat saya sebut Pantai Paloh, banyak orang luar berfikir letak pantai ini di Kabupaten Sambas, makanya saya coba ganti menjadi Pantai Tengkuyung karena salah satu ciri khas di pantai ini banyak ditemukan tengkuyung di sepanjang bibir pantai,”kata Kepala Desa Sungai Nibung, Syarif Ibrahim.

Suasana sekitar pantai masih terasa alami saat pertama kali saya menginjakkan kaki ke pantai, lantaran masih belum banyak bangunan yang ada di sana. Selain beberapa rumah warga yang letaknya agak berjauhan, di sekitar pantai hanya terdapat sebuah home stay dengan luas sekitar 12x6 meter yang disekat menjadi tiga kamar. Sekitar 500 meter dari home stay juga terdapat sebuah gazebo yang bisa digunakan bagi pengunjung untuk beristirahat. “Bagi yang ingin menikmati rindangnya hutan mangrove di sini juga disediakan jalan track mangrove sepanjang 200 meter. Kedepan secara bertahap saya berharap track mangrove ini bisa ditambah panjangnya,”ucapnya.

Tak berapa lama tiba di lokasi, penjaga pantai kemudian mengajak saya berserta rombongan mengunjungi tempat penangkaran penyu dengan luas sekitar 5x4 meter. “Di beberapa titik di dalam tempat penangkaran itu ada ratusan telur penyu sisik dan telur penyu tung-tung yang sedang dieramkan. Kami prediksi dalam waktu 60 hingga 90 hari telur-telur tersebut akan menetas dan akan kembali dilepaskan ke laut,” kata salah satu penjaga pantai, Burhan.

Syarif Ibrahim menerangkan, sejumlah bangunan yang terdapat di Pantai Tengkuyung itu merupakan bantuan dari program CCDP IFAD. “Dengan adanya bantuan ini kami

Kami selaku warga lokal diharapkan bisa mengelola  potensi ekowisata yang ada di desa kami,”ucap Syarif Ibrahim.

Sebelumnya sekitar tahun 2011, Syarif Ibrahim mengaku desanya pernah mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan pengelolaan pantai, namun karena keterbatasan sumber daya manusia lokal pihaknya sempat vakum dalam mengembangkan dan mengelola potensi yang ada di pantai.

“Pada tahun 2017 mendatang program CCDP IFAD akan berakhir. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui dinas terkait seperti Dinas Pariwisata bisa memberikan perhatian lebih dalam pengembangan potensi Pantai Tangkuyung ini,” ungkapnya.

Syarif Ibrahim meyakini jika dikelola atau dikemas dengan menarik Pantai Tengkuyung

akan mampu menarik ribuan wisatawan lokal dan asing, apalagi di pantai tersebut terdapat wisata alam seperti mangrove, hewan penyu bahkan sesekali pesut dan anjing laut tampak timbul tak jauh dari tepian pantai.

Salah satu warga Dusun Ru Desa Sungai Nibung, Hakim (26) mengaku setiap harinya cukup banyak warga desa tetangga yang bertandang  menghabiskan waktu luang untuk sekedar berekreasi di tepian pantai. Ramainya pengunjung membuat warga setempat menggunakan kesempatan itu untuk berjualan makanan dan minuman ringan.

“Alhamdulillah walaupun tidak banyak hasil dari jualan makanan dan minuman bagi warga pendatang yang liburan di pantai bisa mencukupi kebutuhan kami sehari-hari,” ungkapnya.

Hakim berharap adanya potensi wisata di desanya tersebut kedepan mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, sehingga kedepan tidak hanya selain menjadi potensi wisata, kian banyaknya orang yang datang juga menambah penghasilan bagi warga setempat. (bersambung)

Berita Terkait