Pos Rokok Bawa Nama Desa Kamboja

Pos Rokok Bawa Nama Desa Kamboja

  Kamis, 29 September 2016 09:30

Berita Terkait

SUKADANA – Masyarakat di kepulauan dalam keterbatasan mereka mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Tim Penggerak PKK, Keluarga Berencana, dan Kesehatan (TP-PKKKB Kes) Provinsi Kalbar memberikan trofi kepada TP-PKK Kabupaten Kayong Utara, karena memenangkan lomba tingkat provinsi, menyisihkan 13 kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar.

 

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 513/Kessos/2016, menetapkan Desa Kamboja yang berada di Kecamatan Pulau Maya menjadi pemenang  pertama, dalam pelaksana terbaik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Bahkan, di samping itu, juga menjadi pemenang peringkat III sebagai pelaksana terbaik lingkungan bersih dan sehat, serta pemenang peringkat ke dua sebagai pelaksana terbaik posyandu. Pemberian penghargaan ini disampaikan pada acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016 yang diadakan di Kabupaten Sanggau, belum lama ini.

 

Mengenai hal ini, ketua TP-PKK Kabupaten Kayong Utara, Ny Hj Diah Permata Hildi mengungkapkan rasa bangganya terhadap kemenangan yang diraih Desa Kamboja tersebut. Dia menilai bagaimana desa yang masih minim fasilitas dan akses transportasi ini, dapat berprilaku hidup bersih dan sehat, sesuai standar yang diterapkan oleh Tim Penilai Lomba PKK KB Kesehatan Provinsi.

“Keberhasilan ini didapat berkat kerja sama yang harmonis dari berbagai sektor yang ada di Kabupaten Kayong Utara dan juga saya menaruh rasa simpati terhadap desa yang kita tahu berada di daerah kepulauan yang fasilitasnya sangat jauh berbeda dengan daerah perkotaan, tetapi sudah mampu menerapkan PHBS dan menciptakan lingkungan bersih dan sehat di atas keterbatasan sumber air bersih di sana,” ucap Diah yang menerima langsung trofi penghargaan tersebut.

Selanjutnya Diah mengungkapkan bagaimana kaum pria yang tinggal di kecamatan yang memiliki jarak tempuh 3 jam menggunakan jalur air ini, memiliki kesadaran akan bahaya asap rokok bagi lingkungan sekitarnya. Kesadaran tersebut, yang menurut dia, menjadikan kaum Adam di desa tersebut berinisiatif untuk bergotong royong mendirikan Pondok Pos Rokok di setiap RT.  “Semoga hal ini dapat ditularkan ke setiap desa dan kecamatan, khususnya di wilayah Kabupaten Kayong Utara,” harapnya. (dan/Humas)

Berita Terkait