Portugal Bermain Sederhana dan Rendah Hati

Portugal Bermain Sederhana dan Rendah Hati

  Senin, 11 July 2016 10:10
FOTO; UEFA

Berita Terkait

KEGEMBIRAAN menaungi skuat Portugal. Terlebih pelatih Fernando Santos, yang belum pernah merasakan kekalahan selama menangani Seleccao Das Quinas. Dia menyebut, Portugal adalah tim yang sederhana bak merpati dan cerdik laiknya ular.

Saat melakoni babak final Euro 2016, Portugal sukses mengalahkan Prancis dengan skor 1-0 di Stade de France, Senin (11/7) dini hari WIB. Gol dalam pertandingan itu dicetak oleh Eder di menit ke-109.

Bagi Santos, ini merupakan pertandingan kompetitif ke-14 selama menangani Portugal. Selama itu, Portugal belum pernah kalah dengan catatan 10 kali menang dan empat kali imbang.

Selama Euro 2016, Portugal sempat telat panas. Mereka mencatatkan tiga hasil imbang di fase grup, hingga cuma lolos dari Grup F dengan status peringkat tiga terbaik.

Memasuki babak 16-besar, pemainan Portugal mulai naik meski masih belum bisa memetik kemenangan dalam waktu 90 menit pertandingan. Satu-satunya kemenangan Portugal di waktu normal dicatatkan kala menghadapi Wales pada babak semifinal dengan skor akhir 2-0.

Santos mengakui, meski permainan Portugal terbilang tidak menarik, tapi kekompakan serta kerja keras menjadi kunci keberhasilan. Seleccao Das Quinas juga tampil sangat simpel tapi cerdik memanfaatkan peluang.

"Kami sederhana seperti merpati dan cerdik laiknya ular. Saya selalu mengatakan kami adalah tim. Saya tidak pernah menyembunyikan pikiran saya. Saya selalu mengatakan kepada pemain apa yang ada di pikiran saya," bilang Santos.

"Saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa kami punya bakat besar tapi harus berjuang lebih dari lawan kami. Berlari dan berkonsentrasi lebih dari merek. Kami memiliki sebuah kelompok yang luar biasa. Mereka selalu percaya apa yang saya katakan: bahwa kami bisa menjuarai ini," pungkasnya.

Sukses Jawab Kritik

Portugal berhasil keluar sebagai juara Euro 2016 meski banyak mendapat kritik sepanjang turnamen. Kritik yang ditujukan untuk Portugal jelas terkait hasil yang mereka dapatkan. Pasalnya, Portugal hanya mampu menang satu kali di waktu normal sepanjang Euro kali ini.

Akan tetapi kritik tersebut bersahil dijawab dengan cara yang sangat manis, yakni gelar juara. "Ini bukan hanya soal pertandingan final. Sepanjang Euro 2016, tim ini tahu bagaimana cara menerima kritik yang ditujukan kepada kami," kata gelandang Portugal, Adrien Silva kepada situs resmi UEFA.

Lebih lanjut Silva mengatakan, salah satu kunci utama Portugal berhasil menjadi yang terbaik di Euro 2016 adalah bermain dengan kerendahan hati.

"Kami terus melangkah. Tetap bermain dengan kerendahan hati dan kerja keras hingga akhir, dan akhirnya berhasil merebut trofi Euro. Ini luar biasa," ungkap Silva.

Portugal hanya meraih tiga angka hasil dari tiga kali imbang di fase grup. Cristiano Ronaldo dkk pun lolos dengan status salah satu peringkat tiga terbaik.

Pada babak 16-besar, Portugal menang melalui babak tambahan atas Kroasia. Sementara di babak perempat final, mereka mengalahkan Polandia melalui babak adu penalti.

Satu-satunya kemenangan Portugal di waktu normal hanya terjadi di babak semifinal. Selecao saat itu menang 2-0 dari Wales.

Pada babak final, Portugal kembali menang melalui babak tambahan. Gol tunggal Eder pada menit ke-109 membawa Portugal mengalahkan Prancis 1-0. (zul/ira/JPG)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait