Popularitas Perpustakaan Dilibas Digital

Popularitas Perpustakaan Dilibas Digital

  Kamis, 19 November 2015 10:32   849

 Oleh: Rifka Khairiah

Di era modern seperti sekarang yang banyaknya teknologi canggih, masyarakat dengan mudah mangakses informasi melalui internet.sehingga lupa akan sumber ilmu yang ada di perpustakaan. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang perpustakaan. Anggapan perpustakaan itu hanya untuk orang yang terpelajar, saya tidak sepenuhnya setuju. Sebab, perpustakaan merupakan tempat informasi yang di peruntukkan bagi semua kalangan.

Minat baca selama ini menjadi salah satu masalah besar bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak, saat ini minat baca masyarakat Indonesia termasuk yang terendah di Asia.Padahal semakin rendah kebiasaan membaca, maka penyakit kebodohan dan kemiskinan akan berpotensi mengancam kemajuan bangsa ini. Parahnya lagi, rendahnya minat baca bukan hanya terjadi pada masyarakat umum,namun juga terjadi di SD,SMP,SMA bahkan di perguruan tinggi pun minat baca sangat rendah.

Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan negara tetangga, Jepang. Saat ini tentu kita sudah melihat bagaimana kemajuan perkembangan Iptek di Jepang. Semua itu disebabkan karena pemerintah Jepang sangat memprioritaskan kebutuhan bahan bacaan masyarakatnya, terutama anak-anak sekolah dan mahasiswa, sehingga tak mengherankan jika perpustakaan, terutama di kampus-kampus Jepang, selalu ramai dikunjungi mahasiswa. Berbeda dari kondisi perpustakaan kampus di Indonesia, perpustakaan kampus tak lebih hanya sebagai tempat penyimpanan dan pajangan berbagai koleksi buku dan bahan referensi lainnya. Lebih ironis lagi, perpustakaan kampus sering dijadikan sebagai tempat untuk pacaran, bukan tempat membaca dan menggali informasi.

Sebagai mahasiswa, seharusnya perpustakaan menjadi tempat yang paling dicari, terutama dalam mencari referensi untuk membuat atau menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. Faktor yang menjadi peyebab sepinya perpustakaan, selain minat baca mahasiswa yang menurun, juga karena perpustakaan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dengan tidak memenuhi kebutuhan dan juga sistem layanan yang masih manual. Sehingga memerlukan waktu yang cukup lama mencari informasi tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tugas-tugas kuliah, mahasiswa seringkali lebih memilih cara instan, yaitu mencari di internet.

Mengapa minat baca masyarakat dan mahasiswa rendah? Menurut saya, sebagai salahsatu mahasiswa penyebabnya yaitu: (1) Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat mahasiswa harus membaca buku, (2) banyaknya tempat hiburan, permainan, dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian mereka dari menbaca buku, (3) budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita, sedangkan budaya tuturkata masih dominan daripada budaya membaca, (4) sarana untuk memperoleh bacaan seperti perpustakaan atau taman bacaan masih merupakan barang langka, (5) tidak meratanya penyebaran bahan bacaan di berbagai lapisan masyarakat,seperti kurangnya perpustakaan di daerah terpencil (6) dorongan membaca tidak ditumbuhkan sejak kecil, (7) kurangnya perhatian pemerintah terhadap perpustakaan di daerah-daerah dan juga kurangnya sosialisasi akan perpustakaan terhadap masyarakat, terutama masyarakat awam.

Perpustakaan sesungguhnya memainkan peranan penting bagi terciptanya budaya membaca bagi seluruh lapisan masyarakat. Perpustakaan merupakan jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan, dapat memberikan jalan penting bagi terbukanya akses informasi, serta menyediakan data yang akurat bagi proses pengambilan sumber-sumber referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dan semua itu hanya bisa di dapatkan dengan cara membaca.

Oleh sebab itu, perpustakaan khususnya perpustakaan kampus hendaknya dibuat menarik sedemikian rupa supaya pengguna perpustakaan lebih betah berada di sana. Perpustakaan harus mampu memenuhi dahaga para mahasiswa yang haus akan ilmu pengetahuan dengan empat cara. Pertama, menambah sarana dan prasarana perpustakaan, seperti adanya fasilitas dan jaringan internet atau wi-fi, memperbanyak ruang membaca. Jika hal ini dapat diwujudkan, tentu akan menarik perhatian mahasiswa berkunjung ke perpustakaan.

Kedua, memberikan pelayanan yang baik, ramah, dan bersahabat. Hal ini sangat penting mengingat para pengunjung adalah mahasiswa yang berpendidikan. Jadi jika ada pelayanan dari petugas yang kurang baik dan kurang memuaskan tentu mereka akan merasa tidak nyaman dalam menggunakan fasilitas perpustakaan.

Ketiga, tersedianya koleksi buku yang memadai. Koleksi bahan bacaan (buku) merupakan komponen yang paling penting bagi perpustakaan. Koleksi yang harus dimiliki oleh perpustakaan minimal adalah buku wajib bagi setiap mata kuliah yang diajarkan dan jumlahnya harus memadai.

Keempat, menciptakan suasana membaca di kampus. Lingkungan akademik yang nyaman akan mendorong mahasiswa untuk rajin ke perpustakaan. Hal itu bisa dilakukan, misalnya dengan cara dosen memberikan tugas membaca bagi mahasiswanya.

Jika perpustakaan dapat memberikan layanan yang baik dan menyediakan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan, maka mahasiswa akan banyak mendatangi perpustakaan. Lingkungan yang demikian memang tidak bisa diciptakan sendirian oleh perpustakaan, melainkan harus bekerja sama dengan seluruh warga kampus.

 

*)Mahasiswa D3-Perpustakaan

FKIP, Universitan Tanjungpura