Polsek Sukadana Bina Enam Pemuda Pemabok,Diajarkan Salat Dititipkan ke Masjid

Polsek Sukadana Bina Enam Pemuda Pemabok,Diajarkan Salat Dititipkan ke Masjid

  Minggu, 20 December 2015 13:45

Berita Terkait

Enam pemuda yang menjalani pembinaan di Polsek Sukadana setelah diamankan saat kedapatan menenggak tuak di Pantai Pantai Pulau Datok Sukadana, Sabtu (5/12) lalu, telah menjalani pembinaan. Mereka dititipkan ke sejumlah masjid yang ada di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Hal ini dilakukan agar para pemuda tersebut dapat merubah pemikiran negatif mereka.

 

DANANG PRASETYO, Sukadana

KEPALA Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukadana Iptu Hoerrudin mengungkapkan jika pembinaan-pembinaan keagamaan ini diberikan agar dapat merubah perilaku menyimpang para pemuda tersebut.

“Masyarakat kan  bisanya berfikir, jika sudah pernah berurusan dengan polisi, maka orang itu akan dicap (tidak baik) oleh masyarakat. Namun tidak semua orang seperti itu. Karena semua dapat diubah dan berubah. Sedangkan mereka ini hanya kita bina saja. Yang juga kita titipkan di masjid-masjid selama dua hari, agar mereka dapat azan, serta membantu jika ada kegiatan dimasjid di mana mereka kita titipkan,” tutur Hoerrudin.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Nazanadira, tak memungkiri jika di antara enam pemuda tersebut, terdapat pemuda asal Desa Sedahan Jaya. “Memang benar, ada warga kita yang sedang menjalani pembinaan di Polsek,” aku dia.

Dia sendiri begitu memberi apresiasi terhadap pembinaan yang selama ini terus diterapkan di Polsek Sukadana. Dia yakin, dengan adanya pembinaan seperti ini, para pemuda tersebut akan menerima pelajaran berharga.

“Sebenarnya saya malu dengan adanya pemuda dari desa kita yang harus berurusan dengan pihak kepolisan karena telah membawa nama desa yang tidak baik. Namun saya secara peribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolsek yang telah memberikan pembinaan hingga mereka dapat menjalankan salat, serta bimbingan lainnya. Untuk itu, saya berharap dengan adanya pembinaan ini, para pemuda tersebut tidak lagi mengulangi perbuatannya di kemudian hari,” tutup Nazanadira. (*)

Berita Terkait