Polri Harus Perketat Sistem Rekrutmen

Polri Harus Perketat Sistem Rekrutmen

  Sabtu, 27 February 2016 15:26

Berita Terkait

JAKARTA – Kasus mutilasi anak kandung sendiri oleh tersangka anggota Satuan Intelijen Keamanan Kepolisian Resor Melawi, Kalbar, Brigadir Petrus Bekus tidak bisa didiamkan. Proses rekrutmen di kepolisian harus dibenani. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan, Polri harus memperketat sistem rekrutnya dan meningkatkan pengawasan ketat kepada jajaran bawahnya. “Agar  perilaku sadis tidak berkembang pesat di jajaran kepolisian,” tegas Neta menjawab Pontianak Post, Sabtu (27/2).   Ia menambahkan, prioritas Polri adalah membenahi sistem rekrutnya. Menurut dia, isu bayar membayar masuk polisi harus benar-bennar diatasi agar orang-orang bermasalah tidak lolos menjadi anggota Polri.
Psikotes masuk polisi harus profesional sehingga orang-orang yang  bermasalah dengan kejiwaan tidak lolos menjadi anggota Polri. Masa waktu pendidikan yang selama ini lima bulan harus diperpanjang menjadi tahun tahun. Hal ini, lanjut Neta, agar Polri benar-benar mendapatkan calon-calon polisi terbaik. “Terakhir, polisi-polisi yang bermasalah harus segera dikonseling dan mengikuti terapi psikologis agar tidak menjadi predator di masyarakat,” kata Neta. (ody)
 

Berita Terkait