Polres Bentuk Peleton Patroli Desa untuk Endus Titik Api

Polres Bentuk Peleton Patroli Desa untuk Endus Titik Api

  Jumat, 25 March 2016 20:21
PATROLI: Peleton Patroli Desa melakukan pengecekan sumber titik api.

Berita Terkait

PONTIANAK—Kebakaran hutan dan lahan menjadi momok menjelang musim kemarau. Beragam antisipasi mulai dilakukan menjelang musim panas.  Kali ini Kapolres jajaran Polda Kalbar telah mengeluarkan maklumat tentang larangan dan sanksi bagi masyarakat yang membakar hutan dan ĺahan.
Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs. Arief Sulistyanto M.Si menginstrukaikan Kapolres dijajaran Polda Kalbar membentuk Peleton Patroli Desa dengan anggota 30 orang. Peleton dibagi tiga regu. Setiap regu dipimpin oleh Bhabinkamtinmas, Babinsa dan Manggala Agni, dengan koordinator kepala desa.
“Respon masyarakat sangat bagus. Mereka tanpa digaji siap untuk mengamankan desanya dari kebakaran hutan dan  lahan,” ujar kapolda.
Peleton patroli desa ini sudah berjalan secara sinergi. Hasilnya setiap ada informasi tentang titik hotspot, peleton ini bergerak secara regu mencari titik api. Bahkan beberapa waktu lalu pembakaran rumput di Yayasan Kematian Tionghoa didatangi peleton Patroli Desa.

Sementara itu, pemerintah melalui Dinas Pertanian bekerja sama dengan Polda Kalbar, Kodam dan Pemerintah Kabupaten telah melakukan rekayasa tehnologi pertanian dengan membuat tricodherma, sejenis jamur bila ditebarkan pada rumput atau ranting dan jerami akan menjadi pupuk. Jadi masyarakat tidak harus dengan cara membakar dalam mengolah lahan.
Saat ini jajaran Polri dan TNI  bersama Manggala Agni terus memburu titik api, agar tidak membesar sehingga menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan, transportasi dan komplain dari negara tetangga.
Setiap ada informasi tentang Hotspot, pihaknya langsung turun kelapangan mengecek validitas titik hotspot yang terpantau satelit apakah NOAA atau TERRA atau satelit lainnya. “Kita berusaha semaksimal mungkin memberdayakan masyarakat agar ikut berpartisipasi mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujar kapolda.**

 

Berita Terkait