Polnep Terapkan IbM Bioreeftek

Polnep Terapkan IbM Bioreeftek

  Senin, 24 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Terumbu Karang di Bengkayang

PROGRAM Studi Teknologi Penangkapan Ikan Politeknik Negeri Pontianak menerapkan iptek bagi masyarakat (IbM) berupa teknologi bioreeftek, sebagai upaya konservasi terumbu karang di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. IbM tersebut diketuai Sadri SStPi MT dengan anggota Frangky F Tumion SIK.

“Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan wawasan pada masyarakat, khususnya di Desa Pulau Lemukutan cara menerapkan teknologi bioreeftek dalam transpalansi karang,” ujar Sadri, belum lama ini. Program tersebut melibatkan Konsorsium Program Mitra Bahari RC Kalbar. Ia berharap, konsorsium dapat melakukan kegiatan sejenis di tempat lain se-Kalbar yang terumbu karangnya rusak atau punah.

Program tersebut berjalan delapan bulan, diawali pembuatan bioreeftek, penanaman, pemantauan, dan relokasi. Pemantauan dilakukan dua kali setiap empat bulan. Penanaman bioreeftek dilakukan di Pulau Lemukutan pada 2 Juni 2016. “Kita tahu, terumbu karang punya fungsi sangat penting. Sebagai tempat memijah, mengumpulkan organisme laut meningkatkan efisiensi penangkapan, serta daerah asuhan biota laut dan sebagai sumber plasma nutfah,” katanya.

Terkait teknologi yang diterapkan, Sadri menjelaskan, Bioreeftek merupakan teknologi hijau yang memanfaatkan bahan alami, tempurung kelapa, sebagai media penempelan larva planula karang sampai jadi koloni individu baru (terumbu). Teknologi bioreeftek dipilih karena murah dan efektif.

“Konsep konservasi ini, menanam bioreeftek di lokasi yang terumbu karangnya baik. Kemudian merelokasi bioreeftek ke lokasi yang memiliki terumbu karang kurang baik atau rusak,” ujarnya.

Ia menambahkan, IbM sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, salah satu pilar perguruan tinggi, dijadikan ajang transfer ilmu. “Kami harap ilmu ini dapat dimanfaatkan demi ke maslahatan masyarakat. Iptek yang diberikan pun hendaknya mampu menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan mereka,” katanya.

 Lemukutan punya keindahan alam bawah laut yang menarik dan terkenal di Kalbar. Salah satu keindahannya, ekosistem terumbu karang. “Masyarakat telah memiliki kesadaran tinggi, terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang, karena berimbas pada jumlah hasil ikan tangkapan. Kami kenalkan bioreeftek sebagai teknologi baru konservasi ekosistem terumbu karang,” pungkasnya. (d1/ser)

Berita Terkait