Polnep Serahkan Beasiswa

Polnep Serahkan Beasiswa

  Senin, 28 March 2016 09:57
FOTO BERSAMA: Jajaran pimpinan Polnep foto bersama mahasiswa penerima beasiswa dari Lippo Group, Telkom, dan Bank Kalbar. MADE FRANS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bantuan Lippo Group, Telkom, dan Bank Kalbar

POLITEKNIK Negeri Pontianak (Polnep) menyerahkan secara langsung beasiswa yang diterima dari Lippo Group, Telkom, dan Bank Kalbar. Seremonial penyerahan digelar di selasar gedung rektorat Polnep, Jl Ahmad Yani, Kamis siang, 24 Maret 2016. Kegiatan diikuti jajaran pimpinan Polnep, serta seluruh mahasiswa penerima beasiswa.

“Total 100 mahasiswa terima beasiswa dari Lippo Group, Telkom, dan Bank Kalbar. Kami serahkan secara langsung pada mahasiswa yang sudah melalui proses seleksi, sesuai aturan yang telah ditetapkan,” jelas Ir HM Toasin Asha MSi, Direktur Polnep, “Ini semua berkat usaha jajaran pimpinan dan jurusan, serta tentunya kepercayaan dari pihak yang memberikan bantuan atas prestasi Polnep selama ini. Sehingga perusahaan mau memberikan dana CSR-nya kepada Polnep. Sebagai pimpinan, saya sangat berterimakasih.”

Bagi mahasiswa, beasiswa tersebut memberikan semangat tersendiri. “Bukan dilihat dari nilai atau besarnya. Tapi adanya perhatian dari lembaga dan pihak yang memberikan bantuan,” katanya. Toasin juga telah menghimbau setiap jurusan di Polnep, sebisa mungkin menyisihkan dana PMBP yang telah dibayarkan mahasiswa untuk membantu mereka menyelesaikan tugas akhir, kunjungan industri, dan praktek lapangan. “Sehingga apa yang sudah dibayarkan mahasiswa, dapat langsung mereka rasakan,” tambahnya.

Ia menegaskan, untuk meningkatkan kualitas layanan, tidak ada lagi kompensasi bagi mahasiswa yang telat mendaftar ulang. Hal tersebut dilakukan untuk menekankan kedisplinan mulai dari daftar ulang hingga proses pembelajaran. Ia pun tidak akan mengeluarkan SK pencapaian tugas bagi dosen yang tidak mencapai 80%. Ia yakin dengan tertib registrasi, proses pembelajaran, dan dosen masuk tepat waktu; kualitas hasil belajar mahasiswa semakin meningkat.

Tambahnya, “Untuk bidik misi, dulu mahasiswa yang kurang IPK-nya langsung diputus. Mulai semester lalu, saya tegaskan tidak boleh ada pemutusan bidik misi. Mahasiswa penerima bidik misi memang tidak mampu, mereka butuh itu untuk biaya kuliah dan hidupnya. Bisa dibayangkan, jika sudah tinggal 1-2 semester lagi, lalu bidik misinya diputus karena IPK turun, apa tidak memutus masa depan mereka. Mahasiswa bidik misi yang IPK-nya turun, kami berikan perlakuan khusus berupa bimbingan konseling, untuk meningkatkan kembali IPK-nya sesuai standar.”

Toasin juga menekankan, setiap menandatangani MoU dengan instasi, pihak swasta, atau pemerintah daerah, ia langsung menawarkan bentuk kompentasi apa yang bisa diterima Polnep bagi mahasiswanya. “Mungkin perusahaan bisa sisihkan dana CSR-nya untuk beasiswa. Kami para pemimpin tidak perlu kompensasi apa-apa. Saya tidak mau hanya MoU, tapi tidak ada dampak positif ke mahasiswa. Kami gencar cari mitra untuk tingkatkan kualitas sumberdaya manusia,” pungkasnya. (d1/ser)

Berita Terkait