Polisi Tangkap Wanita Penjual Kosmetik Ilegal

Polisi Tangkap Wanita Penjual Kosmetik Ilegal

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Empat bulan lamanya, Yunita meraup keuntungan dari menjual kosmetik ilegal. Sudah Ratusan barang dijual. Tapi kini ia harus berurusan dengan polisi.

Yunita ditangkap di kediamannya di Sungai Raya, Kubu Raya, pada Kamis, 20 Oktober kemarin. Ia tak menduga sejumlah anggota kepolisian yang datang ke rumahnya adalah untuk menangkapnya.

Yunita tak melawan, ia pasrah ketika polisi menangkapnya. Bahkan ia pun pasrah ketika rumahnya digeledah. Hasilnya, puluhan kosmetik tak mengantongi izin edar berhasil ditemukan.

Kini bukan pundi-pundi uang yang didapat wanita 25 tahun itu. Melainkan harus berurusan dengan kepolisian. Meski statusnya masih sebagai saksi namun tak menutup kemungkinan jerat hukum menantinya.

Pemilik kosmetik, Yunita mengaku tidak mengetahui jika kosmetik yang dijual tersebut tidak memiliki izin edar. “Saya tidak tahu aturan itu, di pasar banyak yang jualan, makanya saya berani menjualnya juga,” dalih Yunita, ketika berada di Mapolresta Pontianak, Jumat (21/10).

Wanita yang baru menikah sebulan lalu itu mengaku kosmetik itu dibeli dari seseorang di Jakarta. Barang akan dipesan jika ada pelanggan yang memesan. “Saya jualannya online melalui BBM. Kalau ada yang pesan baru saya pesan ke Jakarta,” akunya.

Dia mengaku baru empat bulan menjual produk kosmetik kecantikan. Dalam seminggu keuntungan yang diraup bisa mencapai Rp600 ribu. “Kalau saya tidak pakai kosmetiknya, hanya jual saja. Pelanggan ada delapan sampai sembilan orang, harga barangnya dari Rp35 ribu sampai Rp80 ribu,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan, pengungkapan peredaran kosmetik tanpa izin edar itu berawal dari informasi yang didapat anggotanya. “Anggota langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan dan berhasil menemukan pelaku di rumahnya,” kata Andi.

Andi menuturkan, dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan 63 jenis kosmetik yang dijual pelaku. Pelaku memasarkan barangnya dengan cara online. “Sampai dengan saat ini pemilik kosmetik masih berstatus sebagai saksi. Kami masih berkoordinasi dengan BPPOM untuk meminta keterangannya sebagai saksi ahli. Bila menguatkan dugaan, tidak menutup kemungkinan pemiliknya akan ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.

Andi menegaskan jika status pemilik kosmetik telah menjadi tersangka, maka ia akan di persangkakan pasal 62 ayat 1 juntu pasal 8 ayat 1 butir a dan j Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau pasal 196 junto pasal 197 Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. (adg)

Berita Terkait